Pembangunan Tower di Lore Poso Tunggu Izin Balai Konservasi

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

POSO- Keinginan dan harapan warga masyarakat Lore dataran Napu (Lore Tengah, Lore Timur, Lore Utara, Lore Peore) bisa menikmati jaringan komunikasi telepon selular (HP) secara baik, lancar dan berkualitas sebagaimana di daerah lain akan segera terwujud.

Camat Lore Timur Jeri Gembu mengatakan, mimpi warga Lore Napu ini bakal menjadi nyata setelah salah satu perusahaan penyedia jasa layanan kominikasi yakni Telkomsel menyanggupi membangun tower jaringan di Napu. Sekarang, pemerintah dan warga sedang memohon izin lokasi pembangunan tower telkomsel dari pihak Bakai Konservasi Lorelindu.

Sebab posisi kordinat yang akan dibangun berada dikawasan hutan konservasi, desa Maholo. “Pemerintah dan masyarakat Lore Napu sangat berterimakasih pada Telkomsel yang sudah merespon cepat permintaan kami dengan menyanggupi membangun tower di Napu. Mudah-mudahan pihak Balai Konservasi juga memberi respon yang sama pada masyarakat Napu dengan memberikan izin lokasi pembangunan tower Telkomsel,” sebut Camat.

- Periklanan -

Menurut Jeri, di Napu saat ini sebenarnya sudah ada tower telkomsel. Namun keberadaannya tidak mampu menjangkau semua wilayah yang ada. Sehinga menyebakan komunikasi disana sangat sulit. Dampak kesulitannya sangat dirasakan warga, khususnya warga Lore Timur yang penduduknya petani, saat hendak memasarkan hasil panen. Warga bahkan sering tak tau perkemangan harga pangan dan hasil pertanian di pasaran karena minim informasi.

“Tapi kami sangat bersyukur karena permintaan warga Lore Timur untuk tower telkomsel akan segera terwujud. Belum lama kami mengajukan permintaan, pihak telkomsel lagsung turun lapangan survei lokasi utk menntukan titik kordinat,” terang Camat. “Karena internet masuk desa merupakan salah satu program nawacita presiden, kami berharap semoga hal ini segera trwujud,” tambahnya.

Telkomsel, kata Camat lagi, mengakui jika layanan jaringan komunikasi yang diberikan diwilayah Napu sekarang belum bisa maksimal. Itu dikarenakan posisi bangunan tower yang ada sekarang tidak terletak pada kordinat yang tepat. Layanan jaringannya pun masih menggunakan “tembakan” satelit. “Pihak telkomsel sebanarnya terbuka soal ini.

Meskipun sudah ada tower namun wilayah Napu seluruhnya masih menggunakan satelit, sehingga kapasitas jaringan tidak lagi cukup dengan bertambahnya penduduk,” ujar Camat Jeri. Jika tower sudah dibangun pada titik kordinat yang tepat, maka tidak lagi dibutuhkan satelit. “Sama dengan kami, Telkomsel juga menginginkan Balai Konservasi Lore memberikan izin lokasi untuk membangun tower sesuai titik kordinatnya,” tandas Jeri.

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.