Pembangunan Poliklinik dan IGD RSUD Morowali Terlambat

- Periklanan -

Pembangunan gedung Poliklinik dan IGD RSUD Morowali, belum selesai. (Foto: Moh.Faisal)

MOROWALI – Pembangunan gedung Poliklinik dan IGD RSUD Morowali tahapan II (lanjutan), hingga saat ini belum terselesaikan. Pembangunan yang memakan biaya sebesar Rp 11,5 miliar tersebut, hingga tahun 2017 ini belum juga selesai.

Dari data yang berhasil dikumpulkan, pembangunan gedung Poliklinik dan IGD RSUD Morowali tahapan II itu masa kontraknya mulai dari Oktober tahun 2016 silam. Mestinya harus rampung, pada 90 kalender berlalu. Artinya, pembangunan yang dikerjakan kontraktor pelaksanaan PT Nur Jaya Nusantara ini harus selesai paling lambat bulan Februari 2017.

- Periklanan -

Akan tetapi, dari pantauan koran ini pembangunan gedung Poliklinik dan IGD RSUD Morowali itu masih banyak yang belum terselesaikan. Mulai dari dinding, atap, dan ruangan yang berada dalam gedung tersebut. Batang kayu panjang, masih menghiasi seputaran gedung Poliklinik dan IGD RSUD Morowali itu.

Namun, walaupun pekerjaannya sudah melebihi waktu kontrak pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali sama sekali tidak merasa risih. Dengan terus berjalannya waktu dan kontrak dengan nomor 445/278.22/KONTRAK/RSUD-MRW/X/2016 sudah kedaluarsa, Pemkab Morowali belum juga bergerak untuk mencari tahu apa sebab pembangunan gedung Poliklinik dan IGD RSUD Morowali itu stagnan.

Mengenai keterlambatan kontraktor dalam membangun gedung Poliklinik dan IGD RSUD Morowali itu, Bupati Morowali Anwar Hafid membenarkannya. Dia mengatakan, memang proses pekerjaan pembangunan gedung itu terbilang lambat karena ada beberapa hal masih menjadi kendala. ” Memang ada sedikit keterlambatan. Tapi dari sisi keuangan daerah, baru 60 persen yang dibayarkan belum sepenuhnya,”ungkap Anwar saat dihubungi, Minggu kemarin (26/3).

Menurut dia, keterlambatan kontraktor tersebut sudah memenuhi bobot pembayaran dari 60 persen, yang sudah dibayarkan oleh daerah. Tinggal kontraktor tersebut menunggu lanjutan pembangunan gedung Poliklinik dan IGD RSUD Morowali. “Jadi prinsipnya, mereka melaksanakan proses pembenahan saja. Menunggu, tahapan berikutnya untuk finishing, ” ucapnya.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.