Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pembangunan Cottage di Pantai Kayubura Eks Sail Tomini Dinilai Mubazir

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Cottage di Pantai Kayubura eks lokasi Sail Tomini yang dinilai mubazir karena belum difungsikan. (foto: aslan laeho)

PARIMO-Satu lagi program Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang dinilai tidak melalui perencanaan yang matang yakni, pembangunan delapan unit cottage di Pantai Kayubura eks lokasi Sail Tomini.

Pasalnya sejak dibangun tahun lalu, hingga kini cottage tersebut belum difungsikan. Padahal menurut anggota Komisi IV DPRD Parimo, Adnyana Wirawan, awalnya pembangunan cottage itu akan disewakan kepada para tamu yang menghadiri acara Festival Pesona Teluk Tomini (FPTT) tahun 2016 lalu. Namun hingga iven tersebut berakhir, cottage tersebut belum difungsikan.

“Sesuai pernyataan Kepala Dinas Pariwisata yang ketika itu masih dijabat oleh Mawardin, bahwa pembangunan cottage itu disiapkan untuk para tamu yang akan menghadiri kegiatan FPTT tahun lalu. Makanya kami menyetujui anggarannya. Namun jika melihat kenyataan cottage ini belum juga difungsikan kami dari DPRD telah kecolongan dan pembangunan cottage ini sangat mubazir. Jika tahu seperti ini jadinya, lebih baik anggaran pembangunan cottage ini dialokasikan untuk kebutuhan lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,”ujar Adnyana ketika meninjau cottage tersebut bersama anggota Komisi IV lainnya, Rabu (1/3) kemarin.

Adnyana mengungkapkan, berdasarkan dokumen anggaran, pembangunan delapan unit cottage itu dianggarkan sebesar Rp802 juta dengan rincian satu unit cottage tipe A dengan anggaran Rp135 juta dan tujuh unit cottage tipe B dengan anggaran masing-masing Rp87 juta per-unit.  Menurut Adnyana, jika melihat fisik bangunan yang kecil dengan fasilitas di dalamnnya yang kurang memadai, maka total anggaran pembangunan cottage itu cukup fantastis. Ironisnya lagi kata Adnyana, cottage itu belum dilengkapi aliran listrik air yang tidak berfungsi.

“Bagaimana tamu mau menginap jika listrik dan airnya tidak ada?,”jelasnya.

Adnyana menyatakan, pihaknya bersama anggota Komisi IV lainnya akan memanggil Kadisporapar untuk dimintai penjelasannya terkait pengelolaan cottage tersebut.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi IV lainnya, Moh Fadly. Menurutnya kondisi fisik bangunan yang kecil dengan kamar sempit tidak akan menarik minat tamu untuk menyewa.

“Cottage ini tidak menarik bagi para tamu jika kita mengharapkan income bagi setiap tamu yang mau menginap. Kamarnya sangat kecil, ukurannya hampir sama dengan toilet. Fasilitasnya di dalamnya juga kurang memadai. Bagaimana tamu bisa nyaman menginap jika kondisi kamarnya sempit seperti itu,”ujar Fadly.

Fadly menilai pembangunan cottage itu tidak melalui perencanaan yang matang dan terkesan asal jadi.Pantauan Radar Sulteng, cottage tipe B berbentuk rumah panggung tersebut memiliki dua kamar tidur dengan ukuran yang sangat kecil. Setiap kamar memiliki satu tempat tidur ukuran sedang. Ruang tamu-pun terlihat sempit tanpa meja dan kursi. Masing-masing cottage juga sudah dipasangi AC, namun belum berfungsi karena belum ada aliran listrik. (aji)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.