Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pemanfaatan Sampah Plastik dalam Pembuatan Apotik Hidup

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Nusantara (STIKES WN) Palu, Sabtu (26/6) kemarin, menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus (PKMS) di Puskemas Pembantu (Pustu) Mamboro. Ketua Pelaksana, Iin Octaviana Hutagaol SST. M.Keb mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan dengan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi – Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek – BRIN) yang sekarang telah dilebur di bawah naungan Kemendikbud-Dikti. “Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat pekarangan Pustu dengan pemanfaatan sampah plastik, dan kita disitu menanam tanaman obat yang dapat bermanfaat sebagai bahan pengobatan yang alami pada masyarakat, terutama yang di wilayah sekitara Pustu Mamboro,” kata Iin Octaviana kepada Radar Sulteng.

Dalam kegiatan itu kata dia, para kader Pustu Mamboro disosialisasikan terkait cara untuk membudidayakan tanaman obat, sekaligus memberikan contoh dan pengetahuan serta pemberdayaan masyarakat melalui peran para kader yang ada di Pustu Mamboro, yang bertugas di wilayah Pustu Mamboro. Selain itu, lanjut Iin kegiatan ini juga merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menumbuhkan minat masyarakat dalam penggunaan dan pembuatan apotik hidup, dengan memanfaatkan pekarangan dan sampah plastik yang ada di rumah mereka masing-masing. “Mulai dari jenis tanaman yang berukuran kecil hingga berukuran sedang. Contohnya, seperti tanaman obat temulawak, jahe merah, kelor dan lainnya. Pemanfaatan pekarangan ini tidak dibatasi untuk ukurannya, karena sebagian tanaman obat bisa juga ditanam dengan menggunakan media tanah di dalam pot sampah plastik,” jelasnya.
Menurutnya, dilaksanakannya kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan pekarangan Pustu yang belum optimal, sehingga dengan adanya kegiatan ini dia berharap agar para kader di wilayah Pustu Mamboro kedepannya bisa membantu masyarakat yang ingin membuat atau memanfaatkan pekarangannya untuk apotik hidup. “Supaya kader tahu bagaimana cara menanam tanaman obat dan pengolahannya sebelum dikonsumsi . Sosialisasi ini kami fokus sama kader dulu karena nantinya mereka yang menjadi penggeraknya,” terang Iin.
Iin menyebutkan, dalam kegiatan ini dia dibantu dua rekannya yaitu, Cicik Mujianti SST, M.Keb yang bertugas untuk mensurvey lapangan dan membuat laporan akhir, sementara Dr. Ir Rosmaniar Gailea bertugas membantunya sebagai ketua pelaksana dalam menyusun dan merancang apotik hidup yang bernilai seni, yang kerjasama dengan pihak Universitas Muhammadiyah Kota Palu dan didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM Stikes Widya Nusantara Palu) yang dihadiri langsung oleh ketua LPPM Wahyu Sulfian S.Kep M.Kes sekaligus membuka kegiatan PKMS di Pustu Mamboro.

Kepala Puskemas UPTD Mamboro, Siti Aisyah SKM mengapresiasi dengan adanya kegiatan tersebut. Bahkan kata dia, dengan adanya pemanfaatan pekarangan sebagai apotik hidup bisa menjadi percontohan bagi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangannya. “Jadi yang kami harapkan para kader itu nantinya bisa memberikan contoh kepada masyarakat, terkait dengan pemanfaatan pekarangan ini. Disana itu (Pustu Mamboro) juga sekarang bisa jadi percontohan,” ujarnya saat dihubungi via telepon, Minggu (27/6).
Dia juga menambahkan, keberadaan tanaman obat tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu dia berharap, agar masyarakat khususnya Kelurahan Mamboro bisa membuat tanaman apotik. Pasalnya, pembuatannya tidak cukup sulit karena memanfaatkan pekarangan dan barang-barang plastik bekas. “Kami berharap begitu, apalagi obat-obatan herbal ini masih jarang ditemui di sana, padahal memiliki khasiat yang bagus. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa mengedukasi juga, dan diharapakan para kader bisa memberikan contoh juga,” tutupnya. (win)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.