alexametrics Pemain Dunia Gabung PTM Alitopan Palu – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pemain Dunia Gabung PTM Alitopan Palu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Salah satu atlet tenis meja asal Indonesia dengan prestasi level dunia, Joni Herlan Bonoso, telah menyatakan diri ikut bergabung dengan klub Perkumpulan Tenis Meja (PTM) Alitopan Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Ikut bergabungnya atlet tenis meja Jhony di Klub PTM Alitopan disaksikan langsung para pemain tenis meja dan pengurus klub main pingpong yang baru seumur jagung hadir di Kota Palu, kata Ketua Umum Klub PTM Alitopan, Prof. Dr. Winarko Effendi, MM., MH, di GOR Alitopan kepada Radar Sulteng, Rabu petang (20/10).

“Yang jelas, hadirnya pak Joni, dan telah ikut bergabung dengan keluarga klub Tenis meja Alitopan akan memberi inspirasi kepada pemain pingpong di Palu dan di Sulteng, bawa kita bisa berolahraga tenis meja dan bisa meraih prestasi hingga level Internasional,” ucap guru besar IKIP Budi Utomo Malang, Jawa Timur itu.

Joni Herlan Bonoso, merupakan salah satu atlet Paralimpiade Indonesia yang telah beberapa kali memperkuat tim merah putih di ajang Olimpiade sedunia bagi para penyandang Disabilitas. Paralimpiade sendiri merupakan ajang ataupun pesta olahraga internasional besar untuk para atlet penyandang disabilitas, yang diatur oleh Komite Paralimpiade Internasional (IPC).

Tentunya ajang ini menjadi ajang yang tepat untuk menyaksikan hal-hal yang dianggap batasan oleh banyak orang, menjadi sebuah inspirasi bagi banyak orang. Dapat dikatakan Paralimpiade bukan hanya sekadar kompetisi. Lebih dari berlomba dan olahraga, Paralimpiade menunjukkan siapa yang lebih cepat (citius), lebih tinggi (altius), dan lebih kuat
(fortius).

Melalui Paralimpiade ini, para atlet paralimpik dari seluruh dunia, dapat memberikan kisah inspiratif, serta menunjukkan dan sebagai pengingat tentang apa yang mampu disumbangkan kaum penyandang disabilitas kepada masyarakat, yang kemudian menciptakan atau menghadirkan kesetaraan dan rasa hormat kepada mereka.

Prof. Winarko juga menambahkan, ketertarikan atlet Joni masuk memperkuat klub Alitopan karena yang bersangkutan mempunyai keyakinan bahwa klub ini dapat menyebarluaskan pembinaan atlet muda pingpong masa depan.

“Itu keyakinan beliau (Joni, red),” ujar pria berusia 54 tahun asal Malang Jawa Timur yang sudah lebih 30 tahun menetap di kota Palu.

Kehadiran PTM Alitopan di Kota Palu, Menurut Prof Winarko, membawa tiga program kerja di awal berdirinya klubnya pada tanggal 9 September 2020 yakni, membuat legalitas hokum klubnya pada notaris dan kementerian hukum Hak Azasi Manusia (HAM).

“Semua anggota Alitopan ada KTA-nya,” sebutnya.

Ditambahkan, program selanjutnya adalah membangun GOR-nya lebih luas lagi sekaligus membangun Akademi Tenis Meja di Palu.

“Tapi tujuan paling utama hadirnya wadah klub Alitopan sebagai ajang silaturahim warga Palu, khususnya yang punya hobi main pingpong,” ucapnya.

Sementara itu, pemain pingpong senior di kota Palu, Khairul mengatakan, hadirnya atlet tenis meja level dunia di klub Alitopan akan memberi inspirasi bagi pemain pingpong di Kota Palu, bahwa kita semua bisa berprestasi.

“Itu juga pendapat saya. Pastilah pak Joni, akan memberi nuansa warna lain dalam perkembangan tenis meja di wilayah palu dan Sulteng pada umumnya,” tambah Kapau Bouwo, Camat Palu Barat Kota Palu.

Dihubungi secara terpisah, Joni Herlan Bonoso mengatakan, dirinya baru dua kali bermain di klub PTM Alitopan dan sudah jatuh hati dengan suasana keakraban keluarga besar Alitopan.

“Saya jujur jatuh hati dengan klub ini, dan langsung menyatakan ke Prof (Winarko, red), ingin masuk anggota PTM Alitopan,” ucap Joni yang sempat meraih perak pada Paralimpiade tahun 2015, seraya menambahkan, ”Dan saya kaget respon Prof dan teman-teman di sini (Alitopan, red) begitu bersahabat dengan nuasa kekeluargaan”.

Kepada Radar Sulteng, atlet Joni membeberkan sederet prestasi internasional level dunia Parlimpiade yang sempat diikutinya saat memperkuat tim merah putih cabang tenis meja diantaranya, pada tahun 2013 di Myanmar meraih medali perunggu dan tahun 2015 di Singapura meraih medali perak buat Indonesia.

“Pada cabang tenis meja di parlimpiade tersebut, saya turun pada kelas tujuh,” tuturnya seraya menambahkan, “ saya juga sempat mengikuti turnamen internasional tenis meja di Taiwan dan Yordania sekitar tahun 2014,”.

Ditanya kenapa tidak memperkuat tim Indonesia pada Paralimpiade 2020 di Tokyo yang dilaksanakan pada 24 Agustus – 5 September 2021, atlet Joni mengatakan dirinya tidak dipanggil masuk tim Indonesia bergabung bersama David Yacobs (peraih perunggu Paralimpiade Tokyo) karena poinnya tidak cukup.

“Saya tidak ke Tokyo dan ikut bergabung dengan teman akrab saya David Yacobs karena point belum cukup untuk dipanggil,” ucap pria asal Poso kelahiran 21 Maret 1980.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.