Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PELKESI Bantu Pendampingan Kesiapsiagaan Bencana

Latih 10 Koordinator Desa untuk Pemberdayaan Sumber Daya di Desa

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Sejak 1 Oktober 2018 lembaga kemanusiaan Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI) ikut terlibat dalam respons kemanusian di Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah terdampak bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi, di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala), 28 September 2018 lalu.

Hasil dari pendampingan program PELKESI melalui kader atau lapangan setiap desa dan kelurahan di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala melalui koordinator lapangan masing-masing desa dan kelurahan, PELKESI memberi kesempatan kepada masing-masing koordinator lapangan baik desa maupun kelurahan memaparkan program yang sudah terlaksana.
Masing-masing koordinator lapangan, Selasa (1/12) memaparkan masing-masing program pendampingan di masyarakat yang diikuti sekitar 10 koordinator.

Para koordinator lapangan tersebut yakni, koordinator lapangan Kelurahan Baiya, Nurhayati, Koordinator lapangan Desa Enu Kabupaten Donggala, Maslia. Kemudian koordinator lapangan Desa Lero Tatari Kabupaten Donggala, Asni. Koordinator lapangan Desa Sibalaya Utara Kabupaten Sigi, Zaitun, koordinator lapangan Kelurahan Pantoloan Kota Palu, Nur Intan. Koordinator lapangan Desa Wani Satu Kabupaten Donggala, Sari, koordinator lapangan Desa Simoro Kabupaten Sigi,Ivana. Koordinator lapangan Desa Tuva Kabupaten Sigi, Meilin dan koordinator lapangan Desa Sibalaya Barat Kabupaten Sigi, Nilam.

Juru bicara Infokom PELKESI, Dina Mariana Lumban Tobing mengatakan, setelah melakukan assessment dan koordinasi intensif bersama puskesmas, dinas kesehatan, pemerintah desa/kelurahan dan berbagai NGO, maka home visit, promosi kesehatan dan penguatan Posyandu kepada penyintas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala, kemudian dilakukan layanan kesehatan di 10 desa dan kelurahan. Masing-masing, Desa Tuva Kabupaten Sigi, Desa Simoro Kabupaten Sigi, Sibalaya Barat, Sibalaya Utara Kabupaten Sigi, Kelurahan Pantoloan Induk Kota Palu, Kelurahan Baiya Kota Palu, Desa Wani Satu, Desa Wani dua, Desa Lero Tatari dan Desa Enu Kabupaten Sigi.

Menurut Dina sapaan akrabnya, sejak awal PELKESI menggandeng masyarakat terdampak menjadi bagian dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program melalui koordinator lapangan yang direkomedasikan masing-masing pemerintah desa dan kelurahan. Peran koordinator lapangan berfungsi menjadi pengorganisir dan penggerak masyarakat melalui para kader Posyandu dan kelompok siaga bencana desa.

PELKESI melatih para koordinator lapangan dan kader posyandu untuk selanjutnya mereka yang melakukan pelatihan bagi masyarakat di Desa. “Nah hari ini para koordinator lapangan dan kader Posyandu memaparkan hasil program mereka dalam mendampingi masyarakat,” jelasnya.

Masih menurut Dina, pasrtisipasi masyarakat adalah bagian penting dan menjadi faktor penentu keberlanjutan dan keberhasilan program respon kemanusiaan. Dengan keterlibatan aktif masyarakat melalui koordinator lapangan, kader posyandu, kelompok pembuat jamu dan kelompok siaga bencana di 10 desa mitra, PELKESI optimis kesiapsiagaan bencana dan ketangguhan pascabencana sedang terbangun di masyarakat dan para stakeholder.

“Dengan program pendampingan yang sudah dilakukan PELKESI kepada koordinator lapangan, kader posyandu dan seluruh stakeholder, kedepan bisa menjadikan masyarakat khususnya penyintas terdampak bencana di wilayah Pasigala bisa lebih memahami kesiapsiagaan bencana dan setelah dapat bangkit membangun kesehatan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.(ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.