Pelebaran Jalan, Puluhan Pohon Pelindung Terancam Ditebang

- Periklanan -

Salah satu pelebaran jalan oleh Pemerintah Kota Palu di Jalan S Parman, Rabu (26/7). (Foto; Mugni Supardi)

PALU – Pekerjaan rehab Jalan MH Thamrin dan S Parman yang memakan anggaran hingga Rp 14 miliar lebih itu menuai kontroversi.

Pasalnya dalam pengerjaan jalan tersebut, beberapa fasilitas umum mulai dirusak. Dalam penggalian yang dilakukan di Jalan S Parman, kemarin (26/7) beberapa tanda rambu-rambu jalan ikut dirusak. Selain itu, sedimen sisa bongkaran, menumpuk di dalam saluran air sehingga menghalang jalannya arus air. Tidak hanya itu, beberapa pohon pelindung jenis Johar di sepanjang jalan tersebut juga terancam akan disingkirkan guna memperlebar jalan.

Salah satu pengawas pekerjaan rehab, Iskandar Intcehasan ditemui di jalan S Parman, kepada media ini menjelaskan rehab jalan di sepanjang Thamrin dan S Parman, serta sebagian Setia Budi akan memakan waktu 165 hari, terhitung sejak 4 Juli 2017. Iskandar menjelaskan pihaknya dalam melakukan pengerjaan tersebut juga melibatkan pihak-pihak terkait lainnya. Setiap hari kata dia, pihak Telkom, PDAM, PLN, serta DLH selaku pengawasan pohon juga melakukan pantauan-pantauan. Dia juga mengatakan sudah menyurat kepada pihak-pihak terkait tersebut. Sehingga kata Iskandar jika ada kendala di lapangan misalnya terkait pipa atau kabel serta pohon yang menghalangi akan sesegera mungkin dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Sejauh ini, belum ada yang menghalangi baik pipa maupun kabel. Biasanya kabel milik Telkom itu ada di persimpangan. Sehingga jika sudah di persimpangan jalan galiannya, kita akan terus berkoordinasi, karena jika terputus itu, jaringan indihome bisa mati semua ini,”jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya pipa air yang akan terdampak galian, Iskandar menegaskan tidak akan ada yang seperti itu jika dalam pemasangan pipa, mengikuti aturan yang ada. Karena kata dia, untuk wilayah 1.5 Meter kebawah, merupakan Daerah Milik Jalan (DMJ). Sementara pihaknya melakukan galian hanya sebatas ukuran tersebut.

- Periklanan -

“Jika ada pipa yang kena, berarti yang punya itu ambil DMJ. Jika sesuai kedalamannya di bawah 1.5 meter, tentunya tidak ada yang akan kena galian,” tandasnya.

Lebih lanjut, Iskandar membenarkan kemungkinan akan dilakukannya penebangan pohon pelebaran jalan ini.

Sementara Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Moh Natsir Mangge dikonfirmasi media ini, membantah jika dalam pengerjaan jalan tersebut ada surat resmi yang diberikan kepada pihaknya.

“Penyampaiannya hanya melalui lisan antar OPD. Untuk tertulisnya belum,” kata Natsir Mangge.

Menanggapi pohon yang akan ditebang untuk pelebaran jalan, Natsir mengatakan tetap akan mempertahankan pohon-pohon yang layak untuk dipertahankan. Apalagi kata dia, beberapa pohon jenis Johar di kawasan tersebut sudah berusia sekitar 30-an tahun.

“Yang masih layak dipertahankan, paling banter hanya dipangkas,” pungkasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.