Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Pelayanan TKHI Tidak Kenal Lelah

Keluarga Trenyuh dan Menangis Saat Video Call

MAKKAH – Kepulangan jamaah haji asal Sulteng tinggal menghitung hari. Saat ini dilaporkan kondisi jamaah haji asal Sulteng dalam keadaan sehat dan sedang menjalani Arbain di Masjid Nabawi, Madinah. Ada hal menarik yang membuat trenyuh keluarga di tanah air yakni, pelayanan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) asal Sulteng yang menggendong salah satu jamaah lansia menuruni tangga hotel.
‘’Saya terharu mendapat kiriman foto dan video soal jamaah yang digendong petugas haji pak Antoni. Ternyata foto dan video itu mertua saya bernama Hj Aisa Latudang asal Tolitoli. Begitu iklas mengurus jamaah lansia. Harus jadi panutan untuk petugas petugas haji yang lain,’’ kata Rahmawati kepada Radar Sulteng, tadi malam.
Rahmawati pun mengucapkan terimakasih kepada pemerintah khususnya Kanwil Kemenag Sulteng yang memilih tim pembimbing haji yang peduli dengan kondisi jamaah lansia. Sikap dan pelayanan TKHI H Antoni katanya, patut diteladani oleh pembimbing lainnya. ‘’Saya tidak bisa bayangkan kondisi mertua saya kalau tidak ditolong. Sudah tua dan alami gangguan pendengaran,’’ sebutnya.
Masih kata Rahmawati meski mertuanya terdaftar sebagai jamaah asal Tolitoli, namun mertuanya diikutkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Babussalam di Palu. Selama di Palu mertuanya tinggal bersama di Jalan Datu Adam, Palu Barat. Berkat bimbingan Babussalam kata Rahma—demikian disapa, mertuanya saat thawaf dan sai juga dibantu oleh ketua KBIH Babussalam H Mustamin Umar bersama Hj Halima Duma. ‘’Saya selalu mengikuti perkembangan haji mertua saya via rombongan dan ketua KBIH Babussalam,’’ tegasnya.
Terpisah TKHI Sulteng, H Antoni mengatakan, tugas dan tanggungjawabnya sebagai TKHI harus memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah di masing-masing kelompok terbang. Pihaknya sejak menginjakkan kaki di Arab Saudi, selalu siap siaga melayani jamaah 1 X 24 jam dengan ramah tamah. Pelayanan yang diberikan katanya bagian dari tugas dan ibadah. ‘’Insya Allah jamaah sehat, menjadi haji mabrur dan bagian dari ibadahku,’’ terangnya.
Dari pantauan Radar Sulteng di Grup Haji, tim kesehatan Sulteng itu selalu memberikan informasi kepada jamaah haji agar selalu memperhatikan perlengkapan pelindung diri seperti sandal, botol semprot berisi air, topi, kaca mata, dan sering minum jangan tunggu haus. Bila keluar dari hotel tujuan ke Masjid katanya, harus menggunakan sandal dan berjalan di pelataran Masjid, dikarenakan Kota Madina lebih panas.
‘’Bagi jamaah haji dipersilahkan apabila masih merasa batuk dan sakit agar selalu konsultasi kepada kami. Tim kesehatan haji dilantai 11 kamar 1133, insyaa selalu berikan obat dan jangan takut berobat karena persediaan obat banyak. Demi kesehatan jamaah kami setia dan ramah melayani jamaah dengan hati yang tulus dan ikhlas,’’ demikian imbauannya.
Diperoleh informasi, jumlah jamaah haji Risti dan Lansia asal Sulteng yang tergabung Kloter 07/BPN sebanyak 287 orang. Tidak sebanding dengan jumlah tim pembimbing haji maupun tim kesehatan. Kedepan menjadi perhatian pemerintah terkait jamaah risiko tinggi maupun lanjut usia untuk mendapat pendampingan. (lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.