Pelayanan Samsat Sigi Masih Gunakan Tenda

- Periklanan -

SIGI – Pasca bencana gempa bumi dan likuifaksi yang melanda Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Sigi akhir September yang lalu, tidak membuat warga lupa untuk tetap membayar pajak kendaraan bermotor di Samsat Sigi.
Seperti yang terlihat Selasa Pagi, (8/1) sejumlah warga yang didominasi berasal dari Kabupaten Sigi dan sebagian warga Kota Palu sejak jam 08.00 sudah melakukan pendaftaran untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor. Walaupun pelayanan masih dilakukan di tenda, namun antusias masyarakat membayar pajak dan pengurusan STNK sangat besar.
Kepala UPTD Samsat (Sistem Administrasi Manajemen Satu Atap) Sigi, Abdul Rahman mengungkapkan pasca bencana yang melanda Kabupaten Sigi salah satunya antusias warga sangat bagus untuk membayar pajak serta warga mempunyai kesadaran walaupun dengan keterbatasan kelengkapan dokumen seperti KTP dan surat-surat lainnya.
“Alhamdulillah kita punya posisi disini lumayan banyak yang membayar pajak kendaraan dari pertama kita buka pelayanan kalau tidak salah 15 Oktober,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan pelayanan pembayaran pajak kendaraan pun pasca bencana khususnya mendekati Natal dan Tahun Baru mengalami peningkatan jumlah masyarakat yang melakukan pembayaran pajak tersebut.
“Memang beberapa hari yang lalu agak menumpuk sewaktu mendekati Natal dan Tahun Baru karena mungkin sebagian mau berlibur keluar daerah dan juga menumpuk di Samsat Kartini jadi sebagian diarahkan kesini juga, jadinya menumpuk juga disini,” katanya.
Abdul Rahman mengemukakan, hingga saat ini Kantor Pelayanan pembayaran pajak Kendaraan bermotor yang sebelum berlokasi di Desa Sidera masih melayani warga yang hendak melakukan pembayaran pajak di areal Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Sigi yang terletak di Jalan Guru Tua Desa Kalukubula.
“Dengan fasilitas masih seperti ini yang masih terbatas tapi, Alhamdulillah semua bisa terlayani dengan baik walaupun agak lembur sedikit,” ujar Kepala UPTD Samsat Sigi.
Sementara itu terkait kantor pelayanan Samsat Sigi yang masih menggunakan tenda berwarna biru milik Kepolisian tersebut menurut Abdul Rahman jika pihaknya bersama mitra di antaranya Kepolisian, Jasa Raharja dan perbankan bersama Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sigi melakukan diskusi dan tetap memilih berkantor sementara di lingkungan Kantor Dinas Kominfo Sigi.
“Itu sudah kita pikirkan juga dan kalau kontrakan kita sudah survei sepanjang arah jalan di Kalukubula dan Jalan Karanjalembah. Memang ada ruko-ruko yang dikontrakan cuma kami diskusikan kembali dengan mitra-mitra kami seperti dari Kepolisian, Jasa Raharja, Perbankan Bank Sulteng termasuk kami sendiri. Mereka maunya disini saja karena alasannya tempat parkir kendaraan lebih gampang dan luas, kemudian juga Kantor Dinas Kominfo ini rencananya mau pindah jadinya kedepan rencana kami yang akan berkantor di sini kalau Kominfo pindah apalagi tanah ini kan miliknya Provinsi,” jelasnya. (slm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.