Pelaku Utama Pembunuhan di Ujuna Ditembak Mati

- Periklanan -

PALU – Pelaku utama pembunuhan remaja di Kelurahan Ujuna, akhirnya ditembak mati polisi akibat mencoba merebut senjata api petugas ketika akan ditangkap. Pelaku yang diketahui bernama Adi itu, sebelumnya sempat pula berupaya melukai polisi menggunakan sebilah badik.

Kapolres Palu, AKBP Moch Soleh, menegaskan bahwa pelaku yang merupakan residivis tergolong pelaku yang melakukan aksinya dengan cara sadis, pasalnya korban yang diketahui masih duduk di bangku SMP itu sempat melawan saat HP akan diambil pelaku, namun pelaku tidak segan-segan menghabisi korban dengan melakukan penusukan di bagian perut, lengan kanan dari kiri korban. “Pelaku utama memang sangat sadis perlakukannya, sehingga saat melakukan perlawanan maka langsung anggota melakukan penembakan terarah ke pelaku, sampai di RS pelaku dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.

Pelaku Adi tidak melakukan aksinya sendiri, di mana Adi inilah yang sempat melakukan tarik menarik dengan korban dan menghabisi nyawa korban kemudian, PD (23) dan HP ( 23) menunggu di luar rumah menggunakan dua sepedah motor, sementara HP dijual kepada EB (23) sebagai penadah . “Pelaku ini juga yang melakukan aksi di wilayah Tatanga Kota Palu, modusnya sama yaitu melakukan pengancaman kepada korban menggunakan senjata airsoftgun,” kata Soleh.
Saat ini aparat kepolisian masih mencari keluarga dari Adi, untuk membicarakan upaya pemakaman, namun kepolisian memberi waktu, sebab jenazah pelaku tidak bisa berlama-lama di kamar jenazah RS Bhayangkara Palu. “Besok rencana kita akan makamkan jenazah pelaku ini, sesuai dengan syariat agama yang dipeluk pelaku, apabila keluarga belum juga diketahui keberadaanya,” tambah Soleh.

Sementara Kasat Reskrim Polres Palu, Iptu Sigit Suhartanto, menjelaskan, kronologi penangkapan, pelaku pembunuhan, dilakukan setelah melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Dari hasil penyelidikan di lapangan, pada hari Kamis, 2 April 2020 pukul 17.00 wita tim mendapatkan informasi, yang mana salah satu pelaku dari pencurian tersebut yakni berinisial PD (Dit) berada di sebuah kontrakan, Jalan Panglima Polem, Kota Palu. Dari informasi tersebut kemudian tim langsung bergerak dan melakukan penangkapan terhadap pelaku PD.

- Periklanan -

Setelah pelaku berhasil diamankan kemudian dilakukan introgasi awal. Dari keterangan PD, diakui telah melakukan Pencurian dengan Kekerasan bersama dengan HP dan ADI yang tempat kejadian di Jalan Sungai Lewara, Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. Dari keterangan PD bahwa teman pelaku tersebut tinggal di kos Jalan Sam Ratulangi Kota Palu, Tim kemudian langsung bergerak ke tempat tersebut dan berhasil mengamankan EB (Penjual HP) namun pelaku Adi dan HP tidak berada di tempat tersebut.

Hasil pengembangan dari EB bahwa pelaku Adi dan HP berangkat ke daerah Provinsi Sulbar. Tidak lama kemudian tim mendapat info dari Polres Pasang Kayu bahwa Mobil yang dikendarai pelaku Adi CS tersebut diamankan diperbatasan Sulteng-Sulbar, namun pelaku Adi Melarikan diri. Mendapatkan info tersebut tim langsung bergerak ke perbatasan untuk melakukan penyelidikan mengenai keberadaan Adi.

Sehingga pada pukul 18.00 wita tim mendapat info bahwa pelaku Adi sedang berada di rumah warga tepatnya di Desa Watatu, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Mendapat info itu tim bergerak lagi ke tempat yang dimaksud namun pada saat dilakukan penangkapan, pelaku Adi melakukan perlawanan dengan cara mencoba merampas senpi milik anggota.
Melihat kejadian tersebut tim kemudian langsung melumpuhkan pelaku dengan menembak di bagian dada sebanyak dua kali sehingga pelaku utama meninggal dunia. Setelah itu pelaku kemudian dibawa ke RS Bhayangkara. Kemudian pada pukul 20.15 wita tim kembali mendapat informasi bahwa HP sedang berada di Jalan Ahmad Yani Kota. Tim langsung bergerak di tempat yang dimaksud dan berhasil mengamankan pelaku. HP Kemudian dibawa ke Mako Polres Palu untuk dilakukan pemeriksaan. “Pelaku AD yang meninggal masih berada di kamar mayat RS Bhayangkara Palu,” jelasnya.

Sementara pasal yang disangkakan untuk pelaku pasal 365 ayat 2 dengan ancaman 15 tahun penjara, barang bukti yang telah disita yakni 1 unit HP merk Vivo Z1 warna Biru, 1 unit HP merk, Xiaomi redmi note8, 1 unit motor, yamaha Vixion warnah abu-abu hitam, senpi jenis Air Soft Gun, Sebilah keris, dan Sebilah badik. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.