Pelaku Usaha yang Gunakan Elpiji 3 Kg akan Disweeping

- Periklanan -

TERBATAS: Stok gas 3 kg di lapangan masih jadi keresahan masyarakat kurang mampu. Mereka kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Terbatasnya stok elpiji 3 kg di Kota Palu beberapa pekan terakhir, hingga kini masih membuat masyarakat Palu galau. Menyikapi hal itu, Pemkot Palu berencana turun melakukan sweeping dalam waktu dekat kepada pelaku-pelaku usaha.

Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi pelaku usaha yang menggunakan elpiji bersubsidi warna melon itu. Pasalnya, peruntukkan elpiji 3 kg hanya dikhususkan bagi warga kurang mampu. Tapi kenyataannya di lapangan, banyak pelaku usaha menggunakan elpiji 3 kg. Hal ini jadi salah satu pemicu kelangkaan gas di tengah masyarakat.

“Kalau pemilik mas joko (warung sari laut,red) dalam semalam bisa menghabiskan lebih dari satu tabung. Kan ini sudah tidak sesuai peruntukannya lagi,” kata Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkot Palu, Tamin Tombolotutu, kepada Radar Sulteng baru-baru ini.

Selain pelaku usaha seperti mas joko, pihaknya kata Tamin juga bakal melakukan hal yang sama ke rumah-rumah makan yang ada di Kota Palu. Tidak sedikit rumah makan masih menggunakan elpiji 3 kg dalam memasak. Bukan hanya warung makan yang kelas menengah, sesuai informasi yang diterima Tamin bahwa ada juga beberapa ada restaurant yang kukuh menggunakan elpiji 3 kg.

- Periklanan -

Seluruh rumah makan, restaurant hingga penjual gorengan, apakah yang menggunakan elpiji 3 kg secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, bakal disweeping. Dan kapan pihaknya akan turun, Tamin menyatakan tidak bisa memberi tahu. Sekarang ini sementara dilakukan koordinasi untuk mematangkan rencana sweeping.

“Ini kan sifatnya sweeping. Tidak hanya tim dari Pemkot saja yang turun, tapi juga melibatkan Satpol PP bahkan pihak keamanan. Yang kedapatan akan dikenakan sanski sesuai tingkat pelanggarannya,”ujar Tamin.

“Pokoknya, kita akan turun dalam waktu dekat. Waktunya bisa saja besok, atau lusa.

Supaya tidak ada lagi warga yang mengeluhkan sulit mendapatkan gas elpiji. Padahal elpiji itu tidak pernah kurang. Hanya penggunaannya saja yang tidak sesuai peruntukan,” prihatin sang kabag.

Tamin juga mengatakan, pelaku usaha tersebut nantinya akan diarahkan menggunakan elpiji yang non subsidi. Entah menggunakan elpiji 5,5 atau 12 kg, silakan saja. “Asalkan mereka (pelaku usaha, red) tidak menggunakan elpiji subsidi yang 3 kg,” tegasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.