Pelaku Pungli CPNS Pemkot Palu Rp1,4 M Diciduk di Manado

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – Kasus pungutan liar (Pungli) terkait penerimaan CPNS di lingkup Pemkot Palu, yang melibatkan salah seorang guru di Sigi, ternyata berlanjut. Bahkan petugas berhasil mengembangkan kasus ini, hingga akhirnya mengarah kepada tersangka lain, yang belum lama ini diamankan di Manado, Sulawesi Utara.

Dari hasil penyidikan terhadap tersangka berinisial IB, petugas akhirnya mendapatkan informasi, bahwa dirinya tidak bermain sendiri. IB sendiri diamankan pada 26 Mei silam, usai menerima uang hasil Pungli, di Jalan Belibis, Palu Selatan. Dari keterangan guru di salah satu SMK di Sigi ini, disebutlah nama pelaku lain, berinisial Ar, warga BTN Pengawu.

- Periklanan -

Petugas kemudian mengendus keberadaan Ar, yang ternyata sudah melarikan diri keluar Kota Palu. Dipimpin Kompol Edi Sumarno, akhirnya pada Senin (7/8), petugas Tipikor Polda Sulteng berhasil mengamankan Ar di rumah mertua yang bersangkutan, di Jalan Ari Lasut, Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil,  Manado. “Sudah kami tangkap dan sekarang telah ditahan di Polda,” terang Kompol Edi, Rabu (9/8).

Tidak tanggung-tanggung, selama aksinya memungut uang dari warga yang ingin menjadi CPNS, tersangka Ar meraup keuntungan hingga Rp1,4 miliar dari kurang lebih 30an orang. Jabatannya saat itu sebagai Kasubbag Kepegawaian dan Umum, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kota Palu, memuluskan aksinya untuk memperdaya para korban.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto mengungkapkan, kedua pelaku sendiri telah beraksi sejak dua tahun terakhir. Dalam kasus ini, tersangka Ar, dijerat dengan pasal 5 ayat 5 atau pasal 12 huruf e undang-undang nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang korupsi junto pasal 3 undang-undang nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Kasusnya sendiri hingga saat ini juga masih dikembangkan untuk mencari tersangka lain. Barang bukti serta aset milik tersangka juga sudah disita, termasuk memblokir rekening bank atas nama tersangka Ar,” jelas Kabid Humas. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.