Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pelaku Penipuan Arisan Online Dipenjara 2 Tahun

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Ini bisa jadi pelajaran dan kewaspadaan bagi para wanita yang kerap mengikuti arisan online. Neneng Resqiana, divonis penjara hukuman 2 tahun, akibat melakukan penipuan berkedok arisan online via Facebook.

Putusan terhadap terdakwa Neneng itu, dilaksanakan Pengadilan Negeri Palu, Selasa (2/1) kemarin. Putusannya dibacakan, ketua majelis hakim H Aisa H Mahmud SH MH. Selain pidana badan 2 tahun penjara, terdakwa Neneng Resqianan juga dihukum untuk membayar denda sebesar Rp 800 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan kurungan penjara selama 3 bulan.

“Menyatakan terdakwa Neneng Resqiana, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik sebagaimana dalam dakwaan tunggal,” kata H Aisa H Mahmud membacakan amar putusannya.

Lanjut ketua majelis hakim, terdakwa Neneng Resqiana, terbukti melanggar ketentuan pasal 28 ayat 1 Jo pasal 45A ayat 1 UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pertimbangan majelis hakim diantaranya terdakwa telah terbukti melakukan kejahatan dengan menggunakan perangkat media elektronik dan jaringan telekomunikasi.

“Menimbang bahwa atas perbuatan terdakwa dengan memposting investasi online di halaman facebook terdakwa, yang dimana investasi tersebut menimbulkan kerugian pada para saksi korban yaitu 18 orang saksi korban dengan nilai total, kerugian sebesar Rp 343,9 juta,” sebut Aisa Lagi.

Karena  alasan-alasan tersebut maka unsur dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam traksaksi elektronik telah terpenuhi. Hal yang memberatkan dari perbuatan terdakwa Neneng Resqiana adalah perbuatannya telah merasahkan masyarakat. “Pertmbangan meringankan terdakwa berterus terang dipersidangan, terdakwa menyesali dan tak akan mengulangi perbuatannya,” tanda Aisa.

Untuk barang bukti dalam perkara ini, majelis hakim menyatakan tetap terlampir dalam berkas perkara. Dan terhadap putusan itu majelis hakim juga masih memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penuntut umum, apakah pikir-pikir, menerima putusan atau menyatakan banding selama 7 hari sebagaimana ketentuan.

Hukuman majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umu. Sebelumnya terdakwa dituntut oleh JPU dengan tuntutan pidana penjara  3 tahun, denda rp.800 juta, sub 6 bulan kurungan. Karena sama perbuatannya terbukti pasal 28 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) uu RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. (cdy)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.