Pelaku Pemukulan Kades Terancam Tujuh Tahun Penjara

- Periklanan -

BUOL-Polres Buol tetapkan 13 orang tersangka pemukulan Kepala Desa (Kades) dan anggota pelindung masyarakat (Linmas) di Desa Lipubogu Kecamatan Gadung Kabupaten Buol, Selasa (26/5). Kejadian pemukulan bertepatan hari pertama lebaran Idul Fitri (Ied), usai warga melaksanakan salat Ied di masjid desa. Semua tersangka saat ini sudah ditahan di Polres Buol.

“Saat ini kita sudah menahan semua tersangka yang terlibat dalam insiden di Desa Lipubogu, ” ungkap Kapolres Buol  AKBP Wawan Sunarwirawan, kepada Radar Sulteng melalui Kaba Humas Polres Buol, Eka, Rabu (27/5).

Ia mengatakan sebelum dilakukan pemeriksaan 13 orang tersebut terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan melalui rapid tes. Hal itu dimaksudkan guna menghindari penularan kepada tahanan lain, baik yang ada di Polres maupun di Rumah Tahanan (Rutan), dan hasilnya semua negatif. ” Kita menjaga jangan sampai terjadi kontak dengan tahanan lain, ” ujar Wawan.

- Periklanan -

Berdasarkan pemeriksaan kejadian perkara kekerasan kepada Kades Lipubogu Kecamatan Gadung Kabupaten Buol, Hamsah Husain, dan anggota Linmas Nawir, selaku tim Gugus Tugas desa untuk penanganan percepatan Covid-19, para pelaku telah mengakui perbuatannya.

Dalam insiden tersebut para pelaku terlibat adu mulut dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 desa itu dan tim Kecamatan Gadung mendatangi lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid Al Nikmat Desa Lipubogu Kecamatan Gadung Kabupaten Buol untuk memberi pemahaman kepada seluruh jamaah usai salat, agar tidak lagi kumpul-kumpul di jalan tetapi langsung pulang ke rumah masing-masing, berkaitan dengan adanya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh Kabupaten Buol. 

Dijelaskannya, semua pelaku dijerat dengan pasal berlapis tentang kekerasan, yakni Pasal 170 ayat (2) ke-1e sub Pasal 351 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Yang pasti kalau sudah berbuat anarkis kita akan proses secara hukum, ” tegas Kapolres Wawan.(tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.