Pelaku Pembunuh di Mamboro Ditangkap di Palu Barat

- Periklanan -

Cemburu Karena Istri Dekat Lelaki Lain 

Pelaku pembunuhan digotong sesaat setelah berhasil ditangkap anggota Polres Palu di Kecamatan Palu Barat, Kamis dini hari (23/3). (Foto: Rony Sandhi)

PALU – Terkuak sudah siapa pelaku pembunuhan seorang wanita, Nurhayati warga asal Desa Maninili Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo di sebuah kos Kelurahan Mamboro, Kamis (23/3). Ternyata pelakunya adalah suami korban sendiri yang diketahui sudah menikah siri.

Polres Palu yang dipimpin langsung Kapolres Palu AKBP Chiris R Pusung berhasil membekuk pelaku dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Kapolres Palu dalam keterangannya di Polres Palu, kemarin (23/3) mengatakan, pelaku berhasil ditangkap sekitar pukul 05.30 wita di Jalan Agatis, Kelurahan Nunu, Kecamatan Palu Utara.

- Periklanan -

“Saya bersama anggota lainnya menangkap pelaku Sukri alias AY, umur 21 tahun,” katanya.

Kapolres Christ Pusung mengungkapkan, saat penangkapan pelaku yang bersembunyi di rumah salah satu rekannya mencoba melakukan perlawanan kepada petugas dan terpaksa pelaku dilumpuhkan dengan tembakan di kedua kakinya. Dari pengakuan pelaku dia dan korban sudah menikah siri. Karena cemburu mendapatkan informasi istrinya sedang dekat dengan laki-laki lain dan sedang berada di Kota Palu, pelaku bersama ke tiga rekannya, yakni Frans, Deny dan Dedy

dari Desa Maninili Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) datang ke Palu mencari istrinya. Berdasarkan informasi dari salah seorang rekannya, pelaku kemudian menuju sebuah tempat kos di Kelurahan Mamboro yang diketahui tempat korban menumpang menginap bersama teman wanitanya. “Korbannya ini belum memiliki pekerjaan dan bukan mahasiswi Akper yang ramai disebut-sebut di sosial media,” ujarnya.

Menurut Christ Pusung, pelaku membunuh istrinya dengan sadar, tidak dalam pengaruh alkohol atau narkoba melakukan pembunuhan. Pelaku menghabisi korban dengan menikam di beberapa bagian tubuh korban, seperti di leher, dada, belakang dan pinggang sebanyak sekitar lima tusukan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun maksimal hukuman mati. Tiga rekan pelaku yang sama-sama datang dan ikut membawa korban ke TKP juga ikut amankan.  “Pelaku dan teman-temannya ini sama-sama satu kampung di Desa Manilili, Kecamatan Tinombo dan usia mereka masih muda sekitar 19 sampai 21 tahun,” pungkasnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.