Pelaku Pembakaran Motor Dinas TNI-AD Ditangkap

- Periklanan -

Ilustrasi

LUWUK–Setelah dilakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku pembakaran motor dinas TNI-AD yang terjadi di Desa Koyoan, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, Senin (28/8) lalu, akhirnya tim satreskrim polres Banggai bersama TNI-AD Kodim 1308 Luwuk Banggai berhasil menangkap pelakunya.

“Pelaku pembakaran motor dinas miliki TNI-AD, telah ditangkap,” tutur Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Rizki Pratama WP SIK di ruang kerjanya, Selasa (5/9).

Menurut Rizki, terungkapnya pelaku pembakaran motor dinas TNI-AD di Koyoan, berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan dari personel satreskrim polres Banggai bersama Kodim 1308 Luwuk Banggai dan informasi masyarakat kabupaten Banggai, khususnya yang menyaksikan langsung aksi pembakaran tersebut.

“Dari hasil pengembangan, didapati satu nama pria yang diduga sebagai pelaku pembakaran. Lelaki itu berinisial SA (47),” katanya.

- Periklanan -

Lebih jauh polisi berpangkat ajun komisaris polisi mengatakan, sebelum pria yang lahir pada 47 tahun silam itu membakar sepeda motor dinas milik babinsa Mendono, Koramil Kintom, Kodim 1308 Luwuk Banggai di Desa Koyoan, Kecamatan Nambo, pada pagi harinya pelaku masih sempat menyaksikan aksi demo di luar gedung DPRD Banggai, tepatnya saat berlangsung dialog kebangsaan keberagaman Kabupaten Banggai, Senin (28/8) lalu.

Tak lama melihat demo di luar gedung rakyat Teluk Lalong, pelaku melanjutkan perjalanan menuju perbatasan antara desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan dengan desa Koyoan, kecamatan Nambo. Kedatangannya di sana tambah Rizki, untuk menyaksikan negosiasi antara Ketua DPRD Banggai, Samsul Bahri Mang, Dansat Brimob Polda Sulteng, Kombes Pol Guntur, Kapolres Banggai, AKBP Heru Pramukarno, SIK, Dandim 1308 Luwuk Banggai, Letkol Inf. Sapto Irianto, SIP dan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Banggai, Alfian Djibran dengan koordinator demo dari masyarakat Kintom, yang kala itu dihadang pihak aparat keamanan untuk masuk ke dalam kota Luwuk secara bergerombolan.

Ketika negosiasi tidak mencapai kesepakatan dan terjadi aksi kejar-kejaran, lanjut lelaki yang lahir pada tahun 1987 itu, sang pelaku masih berada dilokasi sampai melakukan tindak pidana pembakaran sepda motor milik personel kodim 1308 Luwuk Banggai.

“Saat aksi di DPRD, pelaku ada di sana. Demikian juga saat negosiasi di desa Bubung, pelaku juga ada di sana hingga terjadi pembakaran sepeda motor milik babinsa,” ucapnya.

Kini SA, pria yang berumur hampir setengah abad itu, harus menghabiskan sisa hidupnya di ruang tahahan polres Banggai, dan rumah tahanan Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Luwuk, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.(stv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.