Pelaku Pembakaran Gereja Masih Misterius

- Periklanan -

Pintu gereja yang hangus bekas terbakar. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Sudah sebulan penyelidikan upaya pembakaran dua gereja di Kota Palu dilakukan tim khusus yang berposko di Polres Palu masih misterius dan belum memberikan petunjuk berarti siapa pelakunya.

Untuk mengungkap kasus tersebut, tim khusus (Timsus) yang dikomandani Kapolres Palu AKBP Chirist R Pusung, terdiri dari penyidik Reskrim Polda Sulteng, Reskrim Polres Palu dan anggota Detasemen Khusus (88) anti terror sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti, baik itu babuk berupa botol air mineral yang diduga merupakan tempat bahan bakar yang digunakan pelaku membakar pintu gereja dan pagar gereja di dua TKP berbeda. Selain itu timsus juga sudah memeriksa beberapa saksi-saksi di dua TKP dan beberapa rekaman cctv.

Kapolres Palu Christ R Pusung ditemui di halaman Reskrim Polres Palu, kemarin (15/3) mengatakan, hingga saat ini timsus masih bekerja keras mengungkap pelaku yang melakukan upaya terror di rumah ibadah dengan melakukan upaya pembakaran dua gereja di Kota Palu. “Ada petunjuk baru dan timsus masih memeriksanya,” ujarnya.

- Periklanan -

Ditanya petunjuk baru apa yang ditemukan timsus? Mantan Kapolres Tolitoli itu mengaku menemukan sejumlah sidik jari dan sidik jari tersebut yang sementara diperiksa dan dicocokkan dengan keterangan saksi dan hasil rekaman cctv. Penyidik timsus sedang memisahkan disik jari beberapa anggota Polri yang juga ditemukan saat berada di TKP saat melakukan pengamanan TKP, dengan sidik jari yang bukan anggota Polri. “Dengan petunjuk sidik jari dan rekaman cctv inilah yang nanti akan selidiki,” jelasnya.

Yang jelas kata Christ Pusung, mulai dari rekaman cctv dan sidik jari merupakan petunjuk pendukung yang diharapkan dapat memberikan kejelasan siapa pelaku sebenarnya. “Pokoknya adalah pentunjuk baru dan yang mengarah ke orang yang perlu dicurigai,” ujarnya tanpa menjelaskan siapa orang yang dicurigai.

Seperti diketahui upaya pembakaran dua gereja di Kota Palu terjadi pada pertengahan bulan Februari 2017 yakni Gereja Kibaid Jalan Tanjung Manimbaya dan Gereja Masehi Advent di Jalan Purnawirawan. Laporan Polisi Nomor: B/87/II/2017/Res Palu/Sek-Palsel, Minggu tanggal 12 Februari 2017 pukul 02.00 wita saksi LK. RI saat di dalam rumah yang bersebelahan dengan Gereja mendengar bunyi klakson mobil beberapa kali sehingga saksi keluar rumah dan seorang pengendara mobil tersebut mengatakan “pak pagar gereja terbakar”.

Selanjutnya saksi melihat pagar gereja masih dalam keadaan terbakar. Kemudian saksi dan warga sekitar segera memadamkan api tersebut kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak gereja. Pihak gereja pun segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Palu Selatan.

Sementara kronologis kejadian berdasarkan laporan polisi nomor : B/92/II/2017/Res Palu/Sek-Palsel, hari Rabu tanggal 15 Februari 2017, sekitar pukul 03.00 wita , PR. AG mendengar suara ribut dekat gereja Masehi Advent. Kemudian pada pada pukul 09.00 wita PR. CT. melihat pintu depan gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sudah berubah menjadi warna hitam akibat terbakar. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.