Pelajar Moscow Kunjungi Tempat Wisata Budaya Sulteng

- Periklanan -

Para pelajar dan guru dari Moscow, Rusia, foto bersama dengan pejabat Pemprov Sulteng pada acara malam ramah tamah di Auditorium Dinas Dikbud Sulteng, beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU-Budaya Sulteng sampai ke Rusia. Ini setidaknya melalui delegasi pelajar Moscow, Rusia yang melakukan kunjungan wisata budaya di Sulteng belum lama ini.

Delegasi Moscow yang berjumlah 20 orang terdiri dari pelajar SMA dan guru diterima Pemprov Sulteng yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, Rusdi Bachtiar Rioeh.

Penerimaan dilakukan melalui acara malam ramah tamah di auditorium Dinas Dikbud Sulteng, Selasa (25/7). Hadir pada malam itu Kadis Dikbud Sulteng H Irwan Lahace, Sekrataris Dinas Dikbud Chwarismy Sindi, Kabid Pembinaan SMA Hj Nursila Wumbu, serta sejumlah pejabat Dinas Dikbud Sulteng.

- Periklanan -

Pada acara itu, delegasi pelajar Moscow disuguhi dengan penampilan tari-tarian yang dibawakan beberapa pelajar di Kota Palu. Sebagaimana dirilis Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng dalam website-nya, Gubernur yang diwakili Staf Ahli Gubernur Rusdi Bachtiar Rioeh mengatakan, hubungan diplomatik Indonesia-Rusia sudah mulai dibina sejak masa Presiden Soekarno.

Gubernur berharap kemitraan kedua negara makin harmonis dan membawa kemajuan bagi kedua bangsa.“Semoga kunjungan ini membangun kemajuan dari beberapa aspek yaitu pendidikan, kebudayaan maupun pariwisata di Sulawesi Tengah sebab Indonesia bukan hanya Jakarta dan Bali,” kata Rusdi menyampaikan harapan H Gubernur Longki Djanggola.

Sebelumnya, Kadis Dikbud Sulteng H Irwan Lahace mengatakan, hubungan diplomatik Indonesia-Rusia semakin akrab dengan kunjungan wisata budaya edukasi oleh rombongan pelajar Moscow ke Palu, Sulawesi Tengah. Menurutnya, rombongan pelajar dari beruang merah, Rusia mengunjungi tempat-tempat wisata dan sejarah budaya yang ada di Sulteng seperti pantai Tanjung Karang, pantai Kaluku, sumber air panas Bora, dan rumah adat Souraja.

Selama di Palu tanggal 25-27 Juli, para pelajar tinggal di rumah-rumah warga atau home stay agar lebih cepat membaur untuk mengenal budaya sekaligus melatih kemampuan berbahasa Indonesia.

Kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan ini terlaksana berkat kerja sama KBRI Moskow, Sekolah Indonesia Moskow (SIM), dan Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam rangka promosi bahasa dan budaya Indonesia di Rusia. (sya/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.