Pelabuhan Salakan Dirasakan Semakin Sempit

- Periklanan -

KAPAN DISENTUH : Aktifitas dan lalulintas masyarakat Kabupaten Bangkep di pelabuhan Salakan, semakin hari semakin meningkat. Tapi penunjang sarana pelabuhan masih minim. (Foto: Barnabas)

BANGKEP–Masyarakat di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) mengeluhkan kondisi pelabuhan Salakan. Pelabuhan yang sudah ada sejak Bangkep dimekarkan 1999 silam itu, kini makin padat. Tapi panjang dermaga sandar pelabuhan tidak bertambah.

Politikus PAN Kaupaten Bangkep, Bikham Masso, mengatakan sejak setahun belakangan ini, lalulintas manusia di Salakan meningkat. Meskipun tidak sepesat di kota kota besar, peningkatan hilir mudik manusia via pelabuhan itu dirasa semakin tinggi. “Lihat saja, sekarang sudah berapa kapal yang melayani lintas Salakan – Luwuk untuk antar kabupaten. Sekarang ada sudah kapal cepat lagi dan tiap hari selalu ramai,” jelasnya.

Namun meningkatnya lalulintas manusia itu tidak diiringi dengan penambahan infrastruktur pelabuhan. Dari dulu sampai saat ini, jelas pemilik RM Resto Bandung itu, panjang dermaga tidak bertambah. “Ini tandanya, saya melihat Salakan ini belum mendapat perhatian dari pemerintah,” jelasnya.

Sebagai warga Bangkep, Bikham meminta pemerintah yang menangani sarana pelabuhan Salakan bisa menengok langsung kondisi dermaga serta pelabuhan secara umum. “Harapan kami seperti pelabuhan di Banggai Laut. Itu sudah tertata dengan apik. Sementara pelabuhan di Salakan jauh dari sempurna,” jelasnya.

- Periklanan -

Terpisah, koordinator pelabuhan Salakan, Jerry Palu menambahkan, pelabuhan Salakan berstatus pelabuhan regional yang dikelola oleh pemerintah provinsi Sulawesi Tengah, dimana tupoksinya berada di Dinas Perhubungan Sulteng.

Jerry mengatakan, sejak jauh hari usulan pembangunan pelabuhan Salakan sudah diusulkan namun belum ada kabar. “Yang saya dengar membutuhkan anggaran besar,” jelasnya, Minggu (26/2).

Disamping itu terdengar kabar, bahwa akan dibangun pembangunan nasional. Namun sampai sekarang jelasnya, dia tidak mendapatkan informasinya. “Jika saja ada rencana untuk pelabuhan nasional itu bagus. Tapi saya dengar di Pantai Indah Salakan. Jika demikian, maka itu sangat lebih masuk akal karena lebih bagus ditangani pemerintah pusat karena besar anggarannya,” jelasnya.

Ditambahkannya, jika pelabuhan Salakan ini dikembangkan maka akan terkendala dengan reef yang berada di depan pelabuhan. “ Itu untuk biaya sewa kapal saja mahal. Belum lagi mengeruknya, ” jelasnya.

Jerry menjelaskan, kondisi dermaga Salakan memang terasa semakin sempit. Panjang dermaga hanya sekitar 40 meter sementara panjang kapal mencapai 60 meter. “Jika ditambah 20 meter lagi maka bisa berlabuh dua kapal. Sekarang kalau kapal cepat datang menunggu kapal kayu lepas jangkar baru bisa sandar, ” jelasnya.(bar)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.