Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pedagang Pasar Talise Merasa Dibedakan oleh Pemkot Palu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

CURHAT : Ibu-ibu ini adalah pedagang sayuran di pasar Talise, sempat curhat mengenai ketidakadilan Pemkot Palu dalam menertibkan pedagang di Jalan Tombolotutu dan Jalan Lagarutu Kota Palu. Ina Husbiah (kiri), ibu Nuraeni (berdiri, tengah), dan ibu Liliy (kanan). (Foto: Muchsin Sirajudin)

SUDAH dua tahun Pasar Talise diresmikan penggunaannya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palu. Kadang ramai, kadangkala sepi. Tetapi pasar yang dibangun miliaran rupiah ini lebih banyak sepinya daripada ramainya. Para pedagangpun tidak nyaman berjualan, apalagi ada ketidakadilan disana, dalam rangka penertiban pedagang.

LAPORAN : Muchsin Sirajudin


INI sayur kami pak terpaksa dibuang, karena tidak laku lagi. Tidak bisa dijual, “ tutur ibu Lily, yang selalu merasa cemas berdagang di pasar Talise. Dia cemas karena dagangannya yang dibelinya ratusan hingga Rp 500 ribu itu layu dan busuk sia-sia karena tidak laku. Pembeli yang naik untuk membeli di pasar Talise hanya bisa dihitung dengan jari,  sangat minim. Bahkan bukan cuma minim, tetapi kadang tidak ada yang membeli dalam sehari.

Permintaan mengiba dan minta dikasihani bukan hanya dari ibu Lily saja, tetapi ada ina Husbiah dan ibu Nuraeni. Mereka ini pedagang sayur yang masih bertahan berjualan di pasar Talise, hingga kini. Bertahan untuk menjaga asap dapurnya tetap mengepul. Bertahan eksis, menjaga cemoohan tetangga, bahwa mereka ada pekerjaan, walau hanya pedagang sayur.

Karena setiap hari cemas memikirkan apakah dagangannya  masih laku atau tidak, sampai-sampai mereka ingin berteriak, kenapa pasar Talise dibangun. Kenapa, kenapa dan kenapa. Kenapa dipaksa dibangun. Sebab pasar itu sepertinya tidak ada yang minta dibangun, apalagi berharap untuk dibangunkan pasar megah yang penjualnya hanya sedikit.

“Kami dulu sudah senang berjualan di sepanjang jalur Jalan Tombolotutu Kelurahan Talise dan jalur Jalan Lagarutu Kelurahan Talise Valangguni Kecamatan Mantikulore. Senangnya, walau sedikit untungnya  tetapi jualan kami laku. Namun kini,  karena sudah ada pasar Talise kami ‘dipaksa’ naik oleh Pemerintah Kota untuk masuk berjualan di pasar Talise, “ keluh ibu Nuraeni.

Ibu Nuraeni mengaku resah, seperti ibu Lily dan ina Husbiah (yang siang itu tak mau banyak bicara). Dia resah karena ada ketidak adilan dalam penegakan para pedagang kali lima yang menjual dagangannya di sepanjang Jalan Tombolotutu dan Jalan Lagarutu. Ada pedagang lain yang patuh ditertibkan agar tidak berjualan lagi di jalur Jalan Tombolotutu dan Lagarutu, namun ada juga beberapa pedagang yang masih kerasan berjualan di jalan Tombolotutu, enggan masuk ke pasar Talise, walaupan harus berhadapan dan ditertibkan Satpol PP Kota Palu. “Pemkot tidak adil, masa kami di Jalan Lagarutu ditertibkan semuanya, sementara ada pedagang sayur dan  pedagang ikan lainnya di Jalan Tombolotutu tidak ditertibkan. Kami dari Lagarutu sudah berjualan di pasar Talise. Coba lihat itu pak, Pemkot Palu membeda-bedakan kami. Ada yang ditertibkan ada juga yang tidak, ini apa Pemerintah Kota Palu, “ bebernya.

Ia juga menceritakan, bila informasi penertiban selalau bocor kepada beberapa pedagang yang “berduit” atau ada keluarganya di Satpol PP, atau keluarga pejabat Kota Palu, pasti informasi razia penertiban pedagang selalu cepat diketahui untuk menutup dagangannya, supaya tidak kena razia. “ Jadi begitu ada informasi akan ada razia, mereka (pedagang tertentu) selalu diberi kabar bahwa akan ada razia melalui sms supaya segera menutup dagangannya, “ ungkapnya.

Dari pantauan koran ini, masih ada pedagang sayuran dan ikan berjualan di Jalan Tombolotutu dekat lampu merah perempatan Jalan Suprapto-Jalan Hang Tuah. Meski pagi siang dan sore hari, pedagang itu secara  terang-terangan menggelar dagangannya tanpa takut dirazia oleh Satpol PP.

Menurut ibu Nuraeni, pasar Talise bisa normal bilamana Pemkot Palu bersikap tegas dan bertindak adil terhadap seluruh pedagang yang ada di Jalan Tombolotutu. Kalau Jalan Lagarutu, semua pedagangnya sudah berjualan di pasar Talise.  “Kalau kami di pasar Talise tiap hari buang sayur busuk, kalau pedagang di Jalan Tombolotutu setiap hari untung besar, dan selalu terima uang banyak, “ tandas Nuraeni.(***)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.