Pedagang Bunga Minta agar Tidak Dipindahkan Lagi

- Periklanan -

Sebanyak 10 pedagang bunga yang dipindahkan dari Taman Gor, kini menempati lahan kosong di jalan Tanjung Api depan Kantor Darma Wanita. Pedagang ini mengaku resah dengan adanya surat dari Walikota Palu yang meminta mereka untuk pindah lagi ke Jalan Lasoso, Palu Barat. (Foto: Arwansyah)

PALU – Sebanyak 10 orang pedagang bunga yang sebelumnya berjualan di kompleks Taman Gor, kini berjualan di jalan Tanjung Api, depan Kantor Darma Wanita. Pedagang berjualan ditempat tersebut berdasarkan arahan dari Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu.

Itu adalah tempat sementara yang diberikan pemerintah kota. Menunggu siapnya tempat berdagang bunga permanen di area hutan kota di depan Pura, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore.

Tapi, beberapa waktu terakhir ini pedagang mengaku resah. Sebab, oleh pemerintah kota mereka diminta untuk pindah lagi ke tempat sementara yang baru. Sesuai dengan surat dari Pemerintah Kota Palu yang ditandatangani Sekkot Asri SH tertanggal 13 April 2017, pedagang bunga diminta pindah lagi ke tempat berdagang sementara yang baru di Taman Lasoso, Jalan Lasoso, Palu Barat atau di Taman Banteng, Jalan Banteng, Palu Selatan.

“Kami ini bingung, dari Taman Gor, kami diarahkan untuk berjualan sementara di sini (di jalan Tanjung Api, red), menunggu selesainya tempat berjualan bunga permanen di Taman Hutan Kota di Kelurahan Talise. Dan sekarang mau disuruh pindah lagi,” ujar Nyong Kawulur, salah seorang pedagang bunga di Jalan Tanjung Api, kemarin.

Ia bersama dengan pedagang bunga yang lain mengaku siap pindah lagi. Hanya, pedagang mempertanyakan biaya untuk pindah dan biaya menyiapkan tempat berjualan yang baru. Sebab, saat  pindah dari Taman Gor hingga menyiapkan tempat berjualan yang baru di jalan Tanjung Api, semua biaya pedagang sendiri.

“Untuk menyiapkan tempat yang baru seperti sekarang ini kami keluar biaya besar. Biaya timbunan, lantai, siapkan air dan listrik dan biaya-biaya yang lain. Kalau harus pindah lagi, kami sudah tidak punya biaya,” keluh Opa, sapaan akrab Nyong Kawulur.

- Periklanan -

Hal senada diungkapkan Agus, pedagang bunga yang lain. Menurut dia, di tempat berdagang yang baru itu juga perlu kejelasan soal fasilitasnya. “Kalau kami harus setiap tempat sendiri lagi seperti di sini, kami sudah tidak punya modal lagi,” keluhnya.

Karena itu Opa, Agus, dan pedagang bunga yang lain berharap kepada pemerintah agar memberi kesempatan berjualan bunga sambil menunggu selesainya tempat permanen di area Taman Hutan Kota.

“Kalau alasan kebersihan sampai kami disuruh pindah lagi, kami jamin soal kebersihan itu,” tegas Agus.

Sementara itu, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Palu, Moh Natsir Mangge, membenarkan akan dipindahkannya pedagang bunga yang sebelumnya sudah dipindahkan dari Taman Gor ke Jalan Tanjung Api.

“Kan taman Gor direhab, jadi mereka (penjual bunga, red) dipindahkan di Jalan Tanjung Api. Dari Jalan Tanjung Api nanti akan dipindahkan lagi ke Taman Lasoso di Palu Barat,” ujar Natsir Mangge.

Natsir Mangge menjelaskan saat ini pihaknya masih membenahi lokasi yang akan digunakan sebagai tempat berjualan pedagang bunga di Taman Lasoso tersebut.

“Masih kita atur tempatnya. Di taman Lasoso tidak permanen juga karena tahun depan mereka (penjual bunga, red) akan dibuatkan permanen di Hutan Kota,” pungkasnya. (ars/saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.