Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pebalap Sulteng Bersinar di Tingkat Nasional

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Direktur Marketing Main Dealer Yamaha CV Akai Jaya Motor Andi Limbunan (Kiri) saat mengadakan konferensi pers. (Foto: Umi Ramlah)

PALU – CV Akai Jaya Motor mengadakan konferensi pers di selengarakannya kejuaraan terbuka Balap Motor Panggona Bosowa Akai Jaya Prix seri VI 2017 dengan menghadirkan Team Yamaha Racing Indonesia, dirangkaikan dengan Launcing Yamaha X-Max.

Manager Tim Yamaha Racing Indonesia Wahyu Rusmayandi saat melakuakn preskonfeerence mengatakan, banyak Prestasi Racing di tahun 2017, keberhasilan di mulai dari ajang balap Nasional dengan mengikuti kejuaran motor prix sumatera, jawa bali, kalimantan sulawesi.

Dengan mendapatkan juara MP 1 dan 2 di Kalimantan, MP 1 dan 2 Jawa, MP 2 Mp 1 rane up Sumatra doble winer. Pembalap yang berprestasi berasal dari sumatra hingga Sulawesi, untuk tingkat nasional ada tingkatan Sport 150 secara 3 tahun berturut-turut juara nasional, 2015 dan 2016 juga juara nasional. di lanjutkan di asia, dipegang oleh pembalap Anggi setiawan, Galang, wahyu, Aji, dan Rei.

“Pembalap Kader-kader yang berasal dari Sulawesi salah satunya Sulteng memiliki Infrastuktur berbeda dengan yang lain karena meiliki area balap yang hampir permanen, sehingga skil dan ketangguhan pembalap tidak ddapat di ragukan lagi,” ungkapnya.

Direktur Marketing Main Dealer Yamaha CV Akai Jaya Motor Andi Limbunan mengungkapkan, lahirnya pembalap tidak terlepas dari dukungan pemerintah provinsi salah salah satunya Gubernur Sulteng H Longki Djanggola yang mengijinkan di bangunnya sirkuit yang saat ini dikenal dengan sirkuit panggona, selain untuk tempat berlatih juga dapat mengurangi balap liar karena sudah ada arenanya.

“Sebelum Panggona di bangun, 3 lapangan bola di Kota Palu 1 tidak berfungsi, Kami menyarankan memungkinkan punya sirkui. Jika punya sirkui kota bisa mengurangi tingkat kecelakaan, unsur safety readi baik. Di mana APBD tidak perlu perbaiki taman. Karena jika tidak ada sirkuit akan banyak taman rusak karena banyak balap liar,” sebutnya.

Andi berharap di setiap kabupaten dan provinsi memiliki sirkuit tersendiri, saat pembangunan Panggona Beberapa pihak suasta dapat bantu. Untuk Bibit baru akai jaya saat ini masih sementara merancang dan memilih, dengan deden sudah di kejuara nasional anggi asia, Galang dunia bahkan Menjadi orang Indonesia pertama di kejuaran dunia. Dengan prestasi tersebut Peluang anggi dan deden terbuka di internasional dan peluang pembalap sulteng lainnya.

“Saat ini sedang dilakukan pembinaan pembalap umur 15 dan 16 tahun, agar masyarakat dan pembalap dunia tau palu memiliki pembalap handal dan mampu ke Dunia, bahkan pembalap sulteng bersinar di Dunia,” ucapnya. (umr)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.