PDSKP Sita 15 Ekor Penyu Hijau di Karamba

- Periklanan -

MOROWALI- Petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kabupaten Morowali, berhasil amankan 15 ekor satwa yang hampir punah di Indonesia yaitu jenis Penyu Hijau.
Mereka menyita hewan yang dilindungi itu dari karamba milik nelayan di Desa Lahuafu Kecamatan Bungku Timur pada Jumat (8/2). Dalam penyitaan 15 ekor penyu tersebut, PDSKP melibatkan aparat Sapol PP Kabupaten Morowali.
Salah seorang petugas PDSKP bernama Muliadi menyatakan bahwa, keberadaan penyu di dalam karamba milik nelayan itu dapat diketahui setelah beberapa masyarakat memberikan informasi kepada pihaknya.
“Mendapat informasi itu, kami dari PSDKP Morowali langsung turun ke TKP dan menemukan Penyu yang sedang ditampung di dalam karamba apung bantuan Pemerintah,”ungkap Muliadi usai berhasil mengamankan 15 ekor penyu tersebut.
Ia menambahkan, bahwa pemeliharaan Penyu di dalam karamba apung bantuan dari Pemerintah yang dilakukan oleh nelayan di Desa Lahuafu tersebut tidak diketahui oleh ketua kelompok karamba.
“Penyu ini ditampung di karamba bantuan, tetapi informasi dari ketua kelompok bahwa dia tidak mengetahui kalau ada penyu yang disimpan di situ (karamba,red),” tuturnya.
Atas penemuan masih adanya masyarakat yang memelihara satwa yang dilindungi seperti Penyu ini, pegawai Dinas Perikanan Kabupaten Morowali itu berharap kepada seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Morowali agar tidak lagi menangkap dan mengkonsumsi Penyu. Sebab menurutnya, Penyu adalah hewan atau satwa yang dilindungi karena populasinya sudah terancam punah.
“Harapan kami supaya masyarakat dan Pemerintah Desa serta kita semua harus menjaga dan berkewajiban untuk tidak lagi menampung, menyimpan atau mengkonsumsi Penyu. Karena ini adalah hewan yang dilindungi, seperti yang ada dalam Undang-undang utamanya di Undang-undang Konservasi no 5 tahun 1990 dan Undang-Undang Perikanan,”imbaunya.
Setelah berhasil melakukan evakuasi 15 ekor penyu yang dipelihara nelayan di karamba tersebut, barang bukti Penyu hijau itu langsung dibawa ke Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Morowali bersama pelaku penampung Penyu untuk dilakukan pembinaan.
“Kita akan melakukan pembinaan, karena pelaku penampungan tidak mengetahui bahwa Penyu ini adalah hewan dilindungi. Kami juga berharap kepada pemerintah setempat dan juga Dinas Perikanan serta seluruh masyarakat agar lebih giat lagi mensosialisasikan bahwa Penyu adalah hewan dilindungi, supaya tidak terjadi lagi hal yang seperti ini,”tegasnya.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.