PB. IKIB Laksanakan Kurban Empat Ekor Sapi

- Periklanan -

PALU-Pengurus Besar Ikatan Keluarga Indonesia Buol (PB. IKIB) melaksanakan pemotongan hewan kurban sebanyak empat ekor sapi, yang digelar di Sekretariat PB. IKIB di Jalan Garuda Lorong Mandala 05 Kota Palu. Pelaksanaan pemotongan hewan kurban tersebut dipimpin Ketua PB. IKIB, Syamsudin Kuntuamas.

Kepada Radar Sulteng, Ketua PB. IKIB Syamsudin Kuntuamas menjelaskan, pemotongan hewan kurban tahun ini merupakan salah satu program PB. IKIB di bidang sosial keagamaan, dimana pemotongan ini merupakan sumbangan dari beberapa pengurus PB. IKIB yang membentuk empat kelompok di Kota Palu.

”Empat ekor sapi sebagai hewan kurban di musim haji tahun ini, merupakan sumbangan dari pengurus dan anggota PB. IKIB periode 2020-2025, “ kata Ketua PB. IKIB Syamsudin Kuntuamas.

- Periklanan -

Selanjutnya, daging dari empat hewan kurban tersebut diserahkan dan disitribusikan kepada yang berhak mendapatkan jatah daging kurban tersebut, yakni warga Kota Palu, khususnya warga Buol yang ada diperantauan namun memiliki nasib belum beruntung, atau kalangan duafa, dan mualaf.

“ Pendistribusian daging kurban ini kami dahulukan kepada yang berhak mendapatkannya, yaitu mereka warga Buol yang ada di perantauan dan nasibnya belum beruntung, maksudnya kaum duafa, serta mualaf. Karena itu hikmah pembagian daging ini adalah meringankan beban warga Buol yang ada di Kota Palu, dan berbagi untuk merasakan makanan yang terbuat dari daging yang dikurbankan oleh pengurus dan anggota PB. IKIB di Kota Palu, sebagai pusat PB. IKIB, “ jelas Syamsudin.

Manariknya dari pemotongan hewan kurban PB. IKIB tahun ini semua hewan kurban diperiksa oleh dokter hewan, sehingga pemotongan ini tidak sekadar pemotongan belaka, namun kesehatan hewan yang dikurbankan ini diperiksa kesehatannya, baik dengan pemeriksaaan antemmortem yaitu pemeriksaan fisik sebelum pemotongan maupun pemeriksaan postmortem setelah pemotongan, dengan memeriksa hati dan organ tubuh vital hewan.

“Kita memeriksa empat hewan kurban ini dengan cara postmortem dan antemorten, apakah semua hewan ini layak dikonsumsi atau tidak, “ ungkap drh. Fitriana, dari Dinas Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjelaskan protokol pemeriksaan kesehatan untuk hewan yang akan disembelih dan dikonsumsi.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.