Pawai Ogoh-ogoh di Tolai Tak Kalah Meriahnya

- Periklanan -

Arak-arakan ogoh-ogoh, di Tolai Kecamatan Torue, (27/3). (Foto:IwanRusman)

PARIMO-Puluhan ogoh-ogoh diarak masyarakat Bali di sepanjang jalan trans Sulawesi, Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo (27/3). Parade ogoh-ogoh tersebut dilaksanakan sehari sebelum hari raya Nyepi. Setiap patung ogoh-ogoh yang menyerupai raksasa, diarak beramai-ramai oleh masyarakat, mulai dari para remaja, orang tua bahkan anak-anak.

Menurut panitia jumlah ogoh-ogoh yang diikutkan dalam kegiatan tersebut kurang lebih 20, dari empat desa di Kecamatan Torue. Diantaranya Desa Tolai Induk, Tolai Barat dan Tolai Timur.

Dalam kepercayaan masyarakat Bali, ogoh-ogoh merupakan cerminan sifat-sifat negatif pada diri manusia. Ogoh-ogoh tersebut diarak, bertujuan agar kekuatan negatif yang ada ikut bersama ogoh-ogoh. Setelah itu, ogoh-ogoh akan dibakar, dengan harapan sifat-sifat negatif, buruk itu akan hilang.

Bupati Parimo, H Samsurizal Tombolotutu, turut hadir bersama beberapa pejabat pemerintahan Pemkab Parimo melepas parade ogoh-ogoh tersebut.

Samsurizal berharap, digelarnya kegiatan tersebut bisa menghilangkan semua hal-hal negatif pada diri manusia. Tidak lupa, ia juga meminta agar tetap menjaga keamanan dan ketentraman antar sesama.

- Periklanan -

“Saya berharap, hal negatif dan tidak baik akan hilang semuanya, ” ujarnya.

Disisi lain, kegiatan yang disaksikan oleh ribuan pasang mata itu merupakan sebuah kekayaan budaya dan keberagaman yang ada di Parimo.

Ia meminta kepada petugas dokumentasi, agar mendokumentasikan dengan baik kegiatan tersebut. Sebab rencananya, kegiatan serupa akan diikutkan dalam karnaval budaya, peringatan HUT Parimo 9 April mendatang.

Ia berharap dalam karnaval budaya nanti, seluruh masyarakat Torue, khususnya masyarakat bisa lebih memunculkan kreativitasnya.

Berdasarkan pantauan koran ini, ribuan warga dari berbagai desa dan kecamatan tumpah ke jalan menyaksikan langsung puluhan ogoh-ogoh yang diarak. Jalur trans Sulawesi sedikit macet.

Namun demikian, para pengendara roda dua dan empat merasa terhibur melihat atraksi dalam pawai ogoh-ogoh tersebut. Bahkan mereka sempat mengabadikan dengan menggunakan kamera dan handpone.(iwn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.