Paus Datang, Gereja Diserang

- Periklanan -

SANTIAGO – Kedatangan Paus Fransiskus ke Cile diwarnai dengan protes dan serangan ke gereja-gereja Katolik. Sejak Jumat (12/1) sembilan gereja dilempari bom molotov.

.

Tiga di antaranya terjadi Selasa (16/1). Polisi belum menangkap dalang di balik serangan-serangan itu.

Pada hari yang sama, lebih dari seratus orang menggelar aksi menentang kedatangan Sri Paus. Mereka berjalan menuju Plaza O’Higgins tempat paus menggelar misa.

Massa membawa spanduk bertulisan Bakar Paus serta Kami Tidak Peduli dengan Paus.

Kemarahan penduduk itu bukan tanpa alasan. Kedatangan Fransiskus seakan membuka luka lama. Pada 2011 Vatikan memutuskan bahwa Pastor Fernando Karadima bersalah karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di Cile pada era 80–90-an.

- Periklanan -

Nah, pada 2015 Paus menunjuk Uskup Juan Barros untuk memimpin keuskupan Osorno, Cile. Keputusan itu membuat publik berang lantaran Barros dituding telah menutup-nutupi kebejatan Karadima.

Sebelum kasus pelecehan seksual itu mencuat, Karadima adalah sosok pemuka agama yang dihormati. Dia telah menjadi mentor 50 pastor dan 4 uskup.

Barros adalah salah satunya. Sejak awal sampai akhir, Barros bersikukuh bahwa dirinya tidak tahu apa-apa.

Paus berusaha mendinginkan situasi dengan menemui korban pelecehan para pastor. Tidak disebutkan apakah yang ditemui seluruhnya korban Karadima atau bukan.

Juru bicara Vatikan Greg Burke mengungkapkan bahwa pertemuan itu dilakukan di ruang tertutup dan hanya ada Sri Paus dan para korban.

Paus menegaskan bahwa dirinya merasa malu atas ulah para petinggi gereja yang merusak masa depan anak-anak. Dia meminta maaf dan berjanji berusaha sekuat tenaga mendukung para korban.

”Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kejadian seperti itu tidak akan terulang,” tegasnya. (jpnn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.