Pasien Positif Corona Punya Riwayat Perjalan dari Jakarta

- Periklanan -

PALU – Satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Undata akhirnya dinyatakan positif Covid-19. Dalam situs covid19.go.id, tertera bahwa pasien PDP yang telah tercatat sebagai pasien positif Corona pertama di Sulawesi Tengah.

Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola, sore ini juga sudah mengonfirmasi bahwa benar salah satu PDP telah dinyatakn positif corona. Pasien yang diketahui merupakan pasien di RSUD Undata dengan kode 04 itu masih berada di ruang isolasi. “Pasien 04 yang kini di RSUD Undata positif Covid-19,” sebut Gubernur.

Sementara itu, Kepala Dinas Kota Palu, dr Husaema juga membenarkan adanya satu pasien yang terkonfirmasi positif di Kota Palu tersebut, bahkan dirinya menjelaskan bahwa pasien tersebut awal pemeriksaan hasil lab negatif, kemudian hasil kedua baru dinyatakan bahwa positif.

“Pemeriksaan pertama dia negatif, dan pemeriksaan kedua baru positif, yaitu yang berada di RS Undata Palu, yang mana alamat berada di Jalan Maleo, dan saya mendapatkan informasi berdasarkan dari pernyataan Kadinkes Provinsi Sulteng,” ungkapnya, Kamis (26/3) saat di hubungi via telepon.

Dan saat ini pasien masih dilakukan perawatan di ruang isolasi RS undata Kota Palu. Dan pasien sudah berada di ruang isolasi sejak tanggal 3 Maret 2020 lalu. Sebelumnya pasien berada di RS BK, kemudian dirujuk ke RS undata. “Di BK sebelumnya ada hasil rotgen peregangan paru, namun hasil itu masih membutuhkan kepastian sehingga dikirim lab ke Jakarta, dan memang awal itu masih dinyatakan negatif,” jelasnya.

Terpisah Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulteng, dr Muhammad Saleh Amin, dikonfirmasi Radar Sulteng terkait riwayat perjalanan pasien positif Corona yang dirawat di ruang isolasi RS Undata mengaku belum mengetahui pasti riwayat pejalanan pasien positif Covid-19 sebelum masuk di ruang isolasi. Yang jelas, sebelumnya dari luar daerah yang terkonfirmasi. “Kalau tidak salah ingat dari Jakarta,” katanya.

- Periklanan -

ODP-PDP Terus Bertambah

Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng melakukan Konferensi Pers terkait dengan perkembangan kasus virus korona atau covid-19 di wilayah Sulteng. Dalam data update terdapat 38 orang ODP dan 19 PDP, dengan enam PDP telah dinyatakan negatif, dua pasien bahkan sudah kembali ke rumah, serta 13 PDP masih menunggu hasil laboratorium dari Jakarta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulteng, dr Muhammad Saleh Amin, menjelaskan hasil perkembangan kasus covid-19 atau virus korona, terkait dengan ODP atau PDP yang ada di Sulteng, dimana minggu sebelumnya terdapat 5 PDP dan 4 ODP, dan saat ini ODP ada 38 orang, dan PDP sudah 19.

“Jadi hampir setiap hari ada kasus baru yang dilaporkan, dengan enam yang sudah dinyatakan negatif sesuai konfirmasi dari Lab Jakarta, kemudian tinggal menunggu 13 PDP yang masih dilakukan verifikasi lab di Jakarta,” jelasnya, Kamis (26/3).

Dan diakui bahwa setiap harinya ada penambahan, baik yang dinyatakan dalam ODP maupun dalam PDP, bila dirinci dari tanggal 29 Februari ada 1 orang PDP, 13 Maret 2 orang PDP, 16 Maret 2 orang PDP, 20 Maret 1 orang PDP, 21 Maret 1 orang PDP, 23 Maret 3 orang PDP, dan tanggal 24 Maret 5 orang PDP, dan ditanggal 25 Maret ada 2 orang PDP, sehingga total PDP ada 19.

“Untuk total ODP terbanyak berada di Morowali Utara, Parigi sebanyak 7 ODP, dan untuk PDP terbanyak berada di Kota Palu yaitu ada 9 orang. Sehingga untuk memastikan untuk yang enam dinyatakan negatif baru satu kali dilakukan pemeriksaan, untuk lanjutan tetap ada akan tetapi karena menunggu itu prosesnya lama. Sehingga, tidak mungkin akan menahan pasien terlalu lama, sehingga bisa dipantau keadaan umumnya, dan baru dua yang sudah boleh dipulangkan yaitu yang dirawat di RS Undata Palu,” jelas dr Amin.

Dua pasien yang telah pulang di rumahnya, tetap melakukan isolasi diri, selama empat belas hari, dan apabila tidak ada gejala maka dianggap masalah korona virus sudah tidak berada di orang yang bersangkutan tersebut. “Kalau untuk pemeriksaan semua dilakukan ke Jakarta, dan menunggu datanya hasil inilah yang tidak diketahui kapan akan datang, namun untuk yang selanjutnya akan mengirim ke Makassar,” tambahnya.(who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.