Pasien Covid Didominasi Para Pelaku Perjalanan dari Luar Kota Palu

- Periklanan -

PALU – Pelaku Perjalan menjadi faktor utama terjadinya peningkatan penularan Covid-19 di Kota Palu. sehingga pemerintah memperketat pemeriksaan kesehatan di perbatasan. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura Palu dr Herry Mulyadi mengatakan, salah satu tenaga kesehatan di RSU Anutaputa terkonfirmasi positif Covid-19, yang terpapar merupakan perawat di salah satu poli dan terpapar dari orangtuanya.

“Orang tuanya positif terlebih dahulu, berdekatan dengan orang tuanya jadi terpapar. Ayahnya dari Balikpapan,”sebutnya.

Selain itu, tenaga kesehatan yang terpapar juga ada di RSUD Undata Palu perawat IGD, perawat di Rumah Sakit Bulili kemungkinan terpapar dari pendeta yang meninggal karena Covid-19, dan salah satu dokter di Sulawesi Barat dan tinggal di Kota Palu, juga positif Covid-19.

Menurut dr Herry terpenting saat ini adalah kejujuran masyarakat, jika ada tamu dari daerah banyak kasus positif Covid-19, atau dari mana saja segera melapor untuk pencegahan penularan. “Waluapun rapit tesnya negatif, karena rapit bukan ukuran seseorang terpapar covid-19 atau tidak,” tegasnya.

Dia juga menghimbau kepada semua rumah makan, restoran juga harus menyiapkan protokol kesehatan, jangan sampai lengah, karena kelengahan inilah sehingga banyak kasus pasien covid, sebagai contoh Jakarta saat ini PSBB total. Walaupun Kota Palu bisa terkendali kasus Covidnya, hanya saja jangan sampai kasus positif covid terus meningkat. Kedisiplinan masyarakat faktor utama, gunakan masker cuci tangan, jika ada tamu dari luar daerah segera melapor, sebelum keluarga dan orang terdekat menjadi korban.

“Menghentikan sangat sulit, yang bisa dilakukan mencegah agar virus tidak berkembang, ingat pandemi masih terus berjalan bahkan september ini diperkirakan puncaknya,” tegasnya

- Periklanan -

Herry menambahkan Dinas, RS dan Pemerintah Kota Palu telah melakukan rapat evaluasi pada Sabtu malam. Hasilnya posko-posko perbatasan diperpanjang masa tugasnya dan diperketat. Agar tidak terjadi kembali pasien lolos pemeriksaan.

“Pernah kejadian salah satu pasien berangkat dari Jawa menuju Kota Palu sudah di-swab hasilnya belum keluar, akhirnya rapit tes hasilnya non reaktif, setelah sehari di Kota Palu ternyata hasil swab positif, hal ini sangat berbahaya, seharusnya jika bersangkutan sadar tidak akan berangkat dahulu sebelum ada hasil keluar,” ucap dr Herry.

Saat ini penanganan pasien covid di RSUD Anutapura Palu sudah sangat maksimal sesuai dengan ketentuan, bekerja sesui pedoman dalam penangan pasien. RSUD Anutapura tidak pernah menolak pasien, semua masuk dilayani dengan baik. Dukungan APD cukup untuk maksimalnya pelayanan, dan cukup sampai Desember, RS Anutaputa telah siapkan semuanya. Alat swab juga cukup dan baru datang dari Jakarta. “Saat ini sedang proses swab kepada orang-orang terdekat pasien covid yang dirawat di anutapura,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Husaema menambahkan, mobilisasi masyarakat dari daerah ke daerah lain merupakan satu kemutlakan apalagi ke daerah-daerah tetangga. Rata-rata membawa surat rapit non reaktif.

dr Husaema menjelaskan, pada saat hari pertama hingga kedua masyarakat terpapar covid saat di rapit tes akan non reaktif, nanti hari ke lima ke tujuh dan selanjutnya akan reaktif. Terkadang pada saat melewati perbatasan belum reaktif saat di Kota Palu akan menjadi reaktif. “Hal inilah menjadi satu pekerjaan rumah bagi dinas, pelaku perjalan ini mau ditahan rapit tesnya non reaktif, masalah lain ada orang-orang tidak jujur dari Makassar tetapi bilang ke petugas dari Sigi, sehingga diloloskan petugas karena dari zona hijau,” tuturnya.

Menurut dr Husaema yang terpenting saat ini memperketat pengawasan dan betul-betul tidak pilih merek, pelaku perjalan itu baik dari Donggala, Sigi atau dari daerah zona hijau lainnya tetap dilakukan screening apabila hendak masuk Kota Palu. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.