Pasha Diminta Kembali ke Jalan yang Benar

- Periklanan -

Gaji Wawali Tidak Sebesar Jadi Vokalis Band

Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said. (Foto: bmzIMAGES)

PALU – Setelah dikabarkan kembali hadir dengan single baru dan kembali aktif menjadi vokalis band, Walikota Palu, Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu menuai banyak kritikan.

Ngeband kembali si Vokalis Band Ungu itu terkesan untuk mencari pendapatan tambahan. “Beliau seharusnya jangan nyambi lah jadi Vokalis Band, karena untuk menyelesaikan pekerjaan sebagai pejabat itu butuh waktu 24 jam saja tidak cukup. Sepertinya itu mau cari pendapatan tambahan karena gaji Wawali tidak sebesar menjadi vokalis band,” jelas Pengamat Kebijakan Publik Universitas Tadulako (Untad), Irwan Waris, Jumat (24/3).

Secara aturan memang bahwa seorang pejabat publik yang nyambi tidak ada dalam aturan. Tetapi secara ketentuannya, Pasha dianggap melanggar aturan tentang pejabat publik jika hal itu ia lakukan di saat jam kerja. “Bahaya sekali kalau sampai jam kerja digunakan untuk keluar kota bukan untuk menjalankan tugasnya sebagai pejabat publik melainkan untuk konser dimana hanya menguntungkan dirinya sendiri,” teragnya.

- Periklanan -

Irwan Waris akui, gaji menjadi seorang pejabat publik tidak sebesar bayaran menjadi vokalis band. Namun, yang seharusnya disadari Pasha adalah komitmen yang ia katakan untuk Kota Palu yakni membangun masyarakat.

Gaji yang tidak seberapa sudah menjadi risiko dan tidak ada alasan apapun jika seorang wakil wali kota untuk mencari pendapatan tambahan karena pendapatannya menjadi seorang pejabat publik itu kurang. “Seharusnya hal ini sudah disadari beliau sejak mencalonkan, bukan sesudah memimpin seperti sekarang ini,” sebutnya.

Menjadi pemimpin daerah sudah pasti akan meninggalkan berbagai kepentingan pribadi termasuk menyalurkan hobi. Fungsi dan tugas seorang pemimpin harus berjalan sebagaimana mestinya. “Kalau nyambi begini menurut saya keliru. Apalagi tujuannya untuk cari uang. Kalau soal hobi yah bisa disalurkan pada acara-acara di luar kegiatan pemerintahan,” ujarnya.

Untuk itu, sebagai Wakil Walikota Palu, Pasha diminta untuk memilih, apakah menjadi seorang pemimpin daerah atau mau jadi vokalis band.

Tidak hanya itu, terkait dengan kritikan oleh dewan, Irwan Waris katakan bahwa hal itu sudah benar. Fungsi DPRD untuk melakukan pengawasan salah satunya adalah menegur pejabat daerah jika melakukan hal-hal yang secara etika tidak pantas. Untuk itu Wakil Walikota Palu, Pasha diminta untuk kembali ke jalan yang benar, yakni menjalankan sepenuhnya tugas dan fungsinya sebagai pejabat publik bukan vokalis band. “Sudah pasti fokus beliau akan terbagi dan secara etika pun masyarakat akan kurang menghargai seorang pemimpinnya karena dianggap anak band bukan pemimpin yang harus dihargai karena kepemimpinannya,” tegasnya. (jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.