Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pascabanjir, Warga Mulai Bersihkan Rumah

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Warga sudah melakukan bersih-bersih pasca banjir untuk beraktivitas sebagaimana mestinya, kemarin (5/6). (Foto: Safrudin)

PALU – Air di sungai Palu sejak Minggu malam (4/6) berangsur-angsur mulai surut. Sebagian warga pada Minggu malam pun mulai membersihkan lumpur yang masuk hingga ke dalam perumahan warga. Di Kelurahan Lolu Utara, yang merupakan wilayah terdampak banjir terparah karena tepat berada di bantaran sungai. Beberapa warga di sana mulai membersihkan lumpur sisa banjir.

Pantauan Radar Sulteng, Senin (5/6), masih banyak warga yang membersihkan rumahnya masing-masing. Sebagian besar rumah di bantaran sungai, dimasuki air sungai.

“Sejak tadi malam sudah mulai surut. Makanya sudah ada sebagian yang mulai membersihkan. Kalau saya, mulai tadi subuh membersihkan,” ucap Eka, warga yang ditemui saat membersihkan sisa lumpur di rumahnya, kemarin (5/6).

Eka menuturkan, warga setempat memang sudah sering dilanda banjir. Bahkan saat wilayah lain belum terkena dampak naiknya air sungai, perumahan warga di bantaran sungai sudah terendam lebih dahulu dan paling lambat surut. Namun menurutnya, banjir yang terjadi Minggu itu, tidak terlalu besar dibanding dengan banjir yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. “Yang paling besar itu, tahun 2007,” ungkapnya.

Menurut Eka, sekalipun panik, warga setempat tidak terlalu was-was yang sampai benar-benar takut. Beberapa warga, lanjut Eka, saat malam mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi.

“Perempuan sebagian besar di rumah tetangga yang lebih tinggi tidur. Sedangkan laki-laki, ada yang tidur di pinggir sungai,” ujarnya.

Dari penuturan beberapa warga yang ditemui media ini, warga yang terdamap banjir, juga mendapat beberapa bantuan seperti beras, dan beberapa jenis makanan cepat saji. Selain itu, banjir yang menyebabkan banyak rumah terendam ini juga tidak terlalu mengganggu aktivitas ibadah saat Ramadan. Masjid yang berada di bantaran sungai itu juga tetap digunakan untuk melaksanakan salat.

“Ada juga yang bawa kue. Ada juga bantuan untuk digunakan berbuka puasa. Tarwih juga tetap dilaksanakan di masjid,” tutur Yanti, anak kandung Imam Masjid Al-Ukhuwah.

Sementara, pascabanjir belum ada laporan warga yang kesehatannya terganggu. Penanggung jawab Poskesdes Toponondo 2, Atnalia Widyasari AmdKeb mengatakan, sejauh ini belum ada keluhan dari warga. Atnalia juga menjelaskan, warga sekitar memang sudah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan sudah berkali-kali banjir namun untuk penyakit diare yang sampai parah tidak pernah terkena warga sekitar.

“Warganya di sini sudah menerapkan PHBS. Sehingga tidak rentan terkena penyakit,” ujarnya.

Atnalia yang ditemui kemarin juga mengatakan, Poskesdes sudah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir dan tidak ada keluhan yang serius dari warga.

“Sebagian hanya minta ditensi. Untuk penyakit diare yang biasanya menyerang warga pasca banjir, sejauh ini belum ada laporan,” demikian Atnalia. (Saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.