Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pasca Operasi Pasar, Gas Subsidi 3 Kg Kembali Langka dan Mahal

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Warga yang mengantri gas 3 kg di Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, belum lama ini. Si melon tersebut kembali langka ditemukan oleh warga Kota Palu. (Foto: Mugni Supardi)

PALU-Pasca kebijakan penjualan di kantor-kantor kelurahan, warga kembali kesulitan mendapatkan gas subsidi tiga kilogram. Kalaupun dapat, harganya jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp16 ribu per tabung.

“Penjualan gas di kantor lurah itu bagus. Kita pasti dapat dengan Rp16 ribu per tabung. Sekarang susah lagi dapat gas,” ujar Ilma, warga Jalan Bulu Masomba, kemarin (19/9).

Ia mengaku harus berkeliling membawa tabung kosong, untuk mendapatkan gas 3 kilogram, dengan harga mahal pula. Karena butuh, ia terpaksa harus membayar dengan harga sebesar Rp30 ribu per tabung.

“Saya dapat di kios di sekitar Pasar Masomba, harganya Rp30 ribu,” sebutnya.

Kabag Perekonomian Pemkot, Tamin Tombolotutu mengakui, pasca penjualan di kantor-kantor lurah, warga kembali sulit mendapatkan gas subsidi 3 kilogram. Ia menduga, pasti ada pihak yang ‘bermain’ sehingga masyarakat kembali sulit mendapatkan gas subsidi 3 kilogram.

“Dari mana pemilik-pemilik kios mendapatkan gas subsidi 3 kilogram. Ini pasti ada yang bermain,” nilainya.

Karena itu pihaknya akan segera menggelar rapat kembali dengan pihak-pihak terkait. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan penjualan gas subsidi di kantor-kantor kelurahan sekaligus mencari solusi.

“Persoalan ini sudah saya lapor dengan Pak Asisten. Saya juga sudah komunikasi dengan Pak Bastian dari Pertamina, beliau masih di luar kota. Secepatnya kami akan rapatkan kembali persoalan ini,” janjinya.

Terpisah, Lurah Talise, Sarlin mengakui pelaksanaan penjualan elpiji 3 kg di kelurahan selama 7 hari kerja, sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut. Namun diungkapkannya, dapat diprediksi kelangkaan akan kembali terjadi setelah selesainya penjualan di kelurahan tersebut.

“Kita akan lakukan razia ke penjual elpiji yang tidak berizin,” tegasnya kepada Radar Sulteng, baru-baru ini.

Sarlin mengakui keberadaan pengecer sangat meresahkan warga Kota Palu secara umum. Makanya kata dia, untuk Kelurahan Talise, pihaknya sudah membuat posko pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan kejanggalan-kejanggalan terkait elpiji 3 kg.

“Kita sudah buka posko di kantor kelurahan. Kalau ada masyarakat yang mau mengadu, silakan kemari. Laporannya akan jadi dasar kita melakukan ketegasan,” pungkasnya. (ars/saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.