Pasca Lebaran, Palu Dikepung Sampah

- Periklanan -

Sampah menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Komodo pasca lebaran, Senin (18/6). Kondisi sampah ini sudah tak tertampung lagi di kontainer, sampai berserahkan di luar pada kontainer. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Pasca Hari Raya Idul Fitri, sejumlah titik di Kota Palu kembali dipenuhi sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu pun, mengaku sudah langsung menurunkan petugas kebersihannya Senin (18/6) kemarin.

Pantauan di eks Pasar Lentora, Jalan S Parman sendiri, tumpukan sampah masih terlihat sekitar pukul 11.00 wita. Berbagai jenis sampah sisa dari aktifitas di pasar musiman ini, belum terangkut seluruhnya. Sekertaris DLH Kota Palu Firmansyah menjelaskan, persoalan sampah yang ada di lingkungan Pasar Lentora merupakan tanggungjawab dari pengelolanya pasar tersebut.

- Periklanan -

“Itukan tanggungjawab dari pengelola di situ karena kami hanya fokus di jalur yang sudah terjadwal dan kami juga sudah menyiapkan satu bak kontainer di Jalan Ahmad Yani,” ungkapnya kepada Radar Sulteng Senin (18/6).

Dia juga menuturkan, sudah berkoordinasi dengan pihak pengelola Pasar Lentora Jalan S Parman untuk mekanisme pengangkutan sampah-sampah yang masih ada di sepanjang jalan dan di dalam area pasar tersebut.  “Kita sudah amati juga yang di dalam karena tugasnya mereka, mestinya kan dia harus angkat ke kontainer itu karena kita sudah siapkan,” tuturnya.

Sementara di sejumlah titik yang masih terlihat tumpukan sampah, Firmansyah mengaku, sudah menurunkan semua armada kebersihan berikut petugas kebersihan untuk mengangkut sampah-sampah tersebut.  “Hari ini (Senin, red) semua armada kebersihan sejak pagi sudah mulai pengangkutan sampah-sampah yang ada di jalan-jalan utama yang ada di Kota Palu, cuma dua armada saja tidak beroperasi karena rusak,” tambahnya.

Di sejumlah titik keramaian pun seperti di Pasar Inpres juga masih ada beberapa sudut yang dipenuhi sampah, meski hal tersebut sudah dianggap biasa namun tetap saja merusak pemandangan dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Selain itu, sepanjang Jalan SIS Aljufri yang juga dipusatkan sebagai kampung ramadan, masih menyisakan sampah bekas berjualan selama ramadan, tidak hanya sampah, sisa-sisa lapak yang tidak layak pakai lagi juga masih terlihat. (slm/ika)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.