Pasca Eksekusi, Belum Ada Warga Tanjung Sari Bermohon Relokasi

- Periklanan -

BANGGAI – Kendati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai dan ahli waris telah menyiapkan relokasi lahan dan perumahan baru bagi warga korban eksekusi Tanjung Sari di Tanjung Bunga, Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara, namun warga setempat lebih memilih tinggal di masjid pelabuhan dan di rumah keluarga.

Beberapa korban eksekusi lahan di Luwuk masih menempati beberapa fasilitas umum di Tanjung. Tampak warga yang masih menempati di Musalah Al Jihad Pelabuhan Luwuk sedang menerima bantuan dari warga kota Luwuk. (Foto: Yusuf Kiki)

Entah apa penyebabnya, tapi yang pasti berdasarkan penyampaian kuasa hukum ahli waris Ny Berkah Albakar hingga Kamis (22/3) kemarin, dari 95 bangunan yang dihancurkan pada eksekusi tahap 2, belum ada satupun kepala keluarga atau pemilik bangunan yang mengajukan permohonan untuk masuk ke lokasi Tanjung Bunga.

“Sampai hari ini, saya belum dapat info siapa saja yang akan masuk di Tanjung Bunga,” ucap Kuasa Hukum ahli waris Ny. Berkah Albakar, Abdul Salam kepada koran ini, Kamis (22/3) kemarin.

Menurut Abdul Salam, pihak ahli waris masih memberikan kesempatan kepada 45 kepala rumah tangga yang belum tereksekusi bangunannya pada tahap pertama, untuk masuk ke lokasi Tanjung Bunga. Sebab kata dia, hal itu merupakan hak mereka bagi yang mau tinggal di sana.

Ketika ditanyakan 50 kepala keluarga lain, dengan tegas Abdul Salam menyatakan menolak merelokasikan mereka ke sana. Alasan yang diberikan sang pengacara asal Surabaya itu, pada eksekusi perdana, 50 kepala keluarga itu sudah direlokasi dan mendapat rumah beserta lahan, namun bantuan itu ditolak dan kembali mendirikan bangunan di Tanjung.

- Periklanan -

“Kami masih memberikan kesempatan ke 45 pemilik bangunan yang tereksekusi tahap 2. Sementara mereka saat sudah dieksekusi tahap pertama dan menolak serta kembali mendirikan bangunan di Tanjung, kami tidak menyiapkan tempat buat mereka,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang pemuda Tanjung Sari, Yusuf Kiki kepada koran ini mengatakan, saat ini sebagian warga korban eksekusi telah mengungsi di beberapa tempat fasilitas umum milik pemerintah yang bertepatan masih berada di lokasi eksekusi, seperti Musalah Al Jihad pelabuhan Luwuk, ruang tunggu pelabuhan PT. ASDP Ferry Indonesia Cabang Luwuk, pelelangan ikan  dan beberapa rumah kerabat korban.

“Diharapkan secepatnya pemkab se-segera mungkin ada tindak lanjut untuk masyarakat Tanjung. Sebab kondisi saat ini sangat buruk untuk bayi-bayi dan balita,” pintahnya.

Ketika ditanyakan apakah warga Tanjung Sari tidak mau menempati perumahan yang disiapkan pemkab dan alih waris di Tanjung Bunga, lelaki yang biasa dipanggil Kiki Amstrong ini menjelaskan, jika lokasi yang disiapkan dekat dengan mata pencarian warga sehari-hari sebagai buruh dan nelayan, pasti hal itu tidak mungkin ditolak.

“Kondisi hari ini, lokasi yang disiapkan sangat jauh dengan tempat pekerjaan warga yakni sebagai buruh dan nelayan. Jadi mana mungkin mereka bisa menerimanya,” jelas Kiki.

Sementara dari pantauan koran ini di beberapa sudut pertigaan dan perempatan kota Luwuk, khususnya di jalan protokol, sejumlah aktivis dan pemuda mengelar aksi peduli Tanjung Sari, dengan cara menggalang dana. Setiap pengendara bermotor yang melintas di tempat mereka, ditawari kardus kosong untuk diisikan uang secara sukarela. Aksi pemuda dan aktivis tersebut, mendapat simpati dari sejumlah pengendara bermotor. (stv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.