Pasar Tavanjuka Sepi, Disperindag-Satpol PP Saling Lempar Tanggungjawab

- Periklanan -

PALU – Saling lempar tanggungjawab terkait penyebab sepinya Pasar Tavanjuka, ditunjukkan dua instansi berbeda di Pemerintah Kota Palu. Baik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu yang bertanggjungjawab penuh terhadap pengelolaan pasar ,maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu sebagai penindak para PKL ilegal, sama-sama tidak memberikan solusi terkait sepinya Pasar Tavanjuka tersebut.

Suasana pasr Tavanjuka saat pertama kali dibuka. Kini pasar itu menyisakan hanya secuil pedagang dan pembeli alias sepi. (Foto: AntaraFoto)

Salah satu penyebabnya, tidak lain karena masih banyaknya pedagang kaki lima (PKL) ilegal yang berjualan di luar dari Pasar Tavanjuka, dan berjarak tidak jauh dari pasar tersebut. Media ini pun mencoba untuk mendapatkan keterangan dari pihak Disperindag Kota Palu terkait hal ini.

Namun Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Pasar Disperindag Kota Palu, Desinanto Lebang SE, malah menyebut bahwa seharusnya ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur terkait ketertiban dan penataan bagi para pedagang. Padahal Pemerintah Kota Palu sudah memiliki Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Penertiban PKL, sebagai paying hukum. “Itu karena tidak adanya Perda yang mengatur, sehingga kita kesulitan untuk menyampaikan kepada para PKL,” sebutnya.

- Periklanan -

Disperindag Kota Palu kata dia, selama ini hanya memberikan imbauan kepada para PKL di luar Pasar Tavanjuka, untuk masuk berjualan di pasar itu. Dia bahkan menyebut, bahwa wewenang untuk menindak para PKL yang masih bandel berjualan di luar Pasar Tavanjuka, ada pada Satpol PP Kota Palu.

Lanjut Desinanto Lebang, para PKL yang berjualan di pinggiran jalan tersebut, secara tidak langsung sudah menyalahi atas aturan pengguna jalan. “Harusnya mereka itu diberikan teguran atau sanksi, dan kalau bisa juga bagi warga masyarakat yang membeli di pinggiran jalan juga harus diberikan sanksi tegas, dengan adanya Perda,” tuturnya.

“Kita sudah sediakan tempat buat para PKL untuk berjualan di Pasar Tavanjuka, seharusnya mereka berjualan di dalam pasar, bukan malah sebaliknya berjualan di pinggir jalan,” sambungnya.

Pelarangan berjualan di pinggir jalan, paling tidak untuk membantu Pemkot dan pengguna jalan, agar salah satu fasilitas umum tersebut, dapat difungsikan layaknya sebagai fasilitas umum, yang diperuntukkan untuk pengguna jalan, dan lainya.  “Fungsi jalan utama itu sangat tidak diperkenankan adanya PKL berjualan di sana, hal itu untuk menjaga agar penataan kota terlihat tertata rapi dan bersih, dan juga untuk menjaga kemungkinan masuknya tamu-tamu khsusus melintas di jalan tersebut,” ungkap Desinanto.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kota Palu, Sidik malah mengarahkan pertanyaan terkait penertiban para PKL yang berjualan di dekat pasar Tavanjuka, ke pihak Disperindag Kota Palu. “Kalau terkait penertiban kami hanya selaku eksekutornya saja, untuk info lebih lanjut coba ke Perindagkop,” singkatnya. (cr7/cr8)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.