Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pasar Masomba, Terbakar dan Terbakar Lagi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pedagang di Pasar Masomba berupaya menyelamatkan barang yang bisa diselamatkan sebelum terbakar. (Foto; Radar Sulteng/Mugni Supardi)

PALU – Untuk kesekian kalinya kebakaran terjadi di Pasar Masomba. Tadi malam warga dan pedagang di Pasar Masomba panik, setelah api membakar sejumlah tempat penjualan pedagang, Selasa(8/8) sekitar pukul 18.45 Wita.

Saksi mata melihat api berawal dari sebuah warung makan yang berada di dalam pasar, dengan cepat api merambat membakar los pasar milik pedagang lainnya. Masyarakat sekitar dan para pedagang saling membantu menyelamatkan barang-barang dari sekitar lokasi kebakaran. Warga sempat mengeluhkan keterlambatan penangganan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang sudah sekitar satu jam terjadi kebakaran, petugas Damkar baru tiba di TKP. Sejumlah warga yang kecewa melampiaskan kekesalan mereka dengan lemparan batu kea rah mobil Damkar.

Menurut seorang saksi Rahman (30) warga Jalan Tanjung Manimbaya, api awalnya terlihat dari sebuah warung makan yang berada di dalam pasar dan langsung membesar dan membakar lapak jualan disekitarnya.
“Warung makan tersebut bersebelahan dengan penjual pakaian yang mengakibatkan api dengan cepat membesar. Warga dan penjual di dalam pasar Masomba sempat berusaha memadamkan api dengan alat, seadanya namun api semakin membesar,” ungkapnya.
Senada dengan itu penjual pakaian, Moh Ali mengatakan barang miliknya ludes terbakar. Api dengan cepat membesar dan membakar semua pakaian yang ada di dalam tokonya. “Saya tadi sedang mengatur pakaian di rumah saya, dan mendapat kabar lapak di pasar terbakar,” sebutnya.
Hingga tadi malam api belum bisa dipadamkan, karena mobil Damkar yang diturunkan hanya dua unit, sementara luar kebakaran terus merambat ke lapak-lapak pedagang lainnya.
Petugas Damker sekitar pukul 22.55 Wita kembali ke Markas dan memutuskan untuk tidak melakukan pemadaman apabila masih ada warga yang melakukan pelemparan. “Kalau masih ada yang melempar kami tidak akan ke TKP,” katanya seorang petugas Damkar yang tak ingin menyebutkan namanya.

Sementara tim Inavis Polres Palu, menyatakan baru akan melakukan olah TKP, Rabu (9/8) dengan memasang garis polisi di TKP, di lokasi yang diduga awal mulanya api terlihat. “Besok kami baru turun olah TKP untuk menyelidi penyebab kebakaran,” ucap seorang anggota Inavis di lokasi kebakaran.

Salah seorang warga di Jalan Tanjung Dako, Imad mengungkapkan, kebakaran terjadi setelah salat Magrib, tinggal beberapa saat lagi masuk waktu Isya. “Tidak berselang lama terdengar suara adzan Isya, api masih berkobar dan semakin luas,” tuturnya.

Dia mengakui, los-los pedagang seperti cakar, pakaian, ikan, sayur, buah-buahan dan campuran ludes dilalap si jago merah. “Sebagian besar los-los yang di tengah pasar terbakar. Ada musollah juga ikut terbakar. Kalau jumlahnya yang tepat tidak bisa dipastikan,” sebutnya.

Dari pantauan Radar Sulteng, kebakaran yang terjadi membuat kepanikan yang luar biasa. Masing-masing pedagang menyelamatkan barang dagangannya, bahkan ada yang mempasrahkan ikut terbakar. Ruas jalan disekitar Pasar Masomba pun menjadi titik kumpul pedagang dan barang-barangnya. Sebagian warga juga memberanikan diri untuk memutuskan aliran api agar tidak menjalar dengan alat seadanya. Air got juga dimanfaatkan warga untuk menyiram, namun tidak terlalu efektif.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu, Musliman mengungkapkan, pihaknya sudah menerjunkan kemampuan sepenuhnya saat kebakaran. Namun, saat dilapangan terdapat 3 personelnya yang mengalami bocor kepala, ketika mencoba melakukan pendinginan di lokasi kebakaran, sampai mengakibatkan dua unit mobil pemadam mengalami kerusakan. Dia juga membantah, jika pelemparan dan pengrusakan dari oknum yang tidak bertanggung jawab itu karena adanya keterlambatan dari pihaknya untuk terjun secepatnya ke lokasi. Akan tetapi, seluruhnya telah dijalankan sesuai dengan prosedur. “Sebenarnya pihak kepolisian jangan hanya menjaga arus lalu lintas, tapi amankan juga personel kami di lapangan. Kami saat ditelepon langsung bersiap diri, sesuai prosedur kurang dari tujuh menit harus sudah dilokasi,” kata Musliman.

Dalam kebakaran ini, dua unit mobil tembak dan dua unit mobil suplai diterjunkan, ditambah dengan mobil tangki dari beberapa instansi terkait seperti Dinas Kebersihan, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Sosial. “Dugaan kami karena korsleting listrik,” tutupnya. (who/acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.