Partisipasi Pemilih Kota Palu dan Morowali Terendah di Sulteng

- Periklanan -

PALU-KPU Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar seminar hasil tentang riset partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Hasil riset menyebutkan, dua daerah di Sulteng tingkat partisipasi pemilihnya sangat rendah yaitu Kabupaten Morowali 51,95 persen, dan Kota Palu 63,06 persen.

Peserta seminar kemarin, berasal dari akademisi dari Universitas Tadulako (Untad), IAIN Palu, dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Kesbangpol provinsi, kabupaten, dan kota. Juga Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) provinsi, kabupaten, dan kota. Serta komisioner KPU kabupaten dan kota.

Dalam seminar hasil ini tiga komisioner KPU Sulteng masing-masing Sahran Raden, Syamsul Gafur, Halima duduk satu meja bersama narasumber dari tim Riset Partisipasi Pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng tahun 2020, yakni Dr. Intam Kurnia akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad), dan Randy Almar Massi, SH., MH, dari Fakultas Syariah IAIN Palu, menjadi pemantik dalam membahas hasil riset. Kegiatan ini dilaksanakan di aula KPU Sulteng Jln. S. Parman No. 58 Kota Palu, Kamis (4/3).

Komisioner KPU Sulteng Sahran Raden dan Syamsul Gafur sangat sepakat bahwa proses penyelenggaraan pemilihan di Pilkada serentak Sulteng telah berjalan dengan baik dan lancar, namun tingkat partisipasi pemilih di Sulteng belum melampaui tataran tingkat nasional yang 77,5 persen. Tingkat partisipasi pemilih di Pilkada serentak Sulteng tahun 2020 hanya mencapai 74,53 persen.

“Ini merupakan kenaikan di tahun 2020 jika dibandingkan dengan partisipasi di Pilkada tahun 2015 lalu hanya 69,71 persen. Partisipasi pemilih di Pilkada tahun 2020 secara angka 2.037.819 pemilih terdaftar, yang menggunakan hak pilih sebanyak 1.518.821, atau partisipasinya 74,53 persen, “ paparnya.

- Periklanan -

Tim riset, yang merupakan kolaborasi dari dua perguruan tinggi negeri di Sulteng ini telah menyusun hasil risetnya. Bahwa hasil riset telah memberikan sebuah kesimpulan bahwa tipikal pemilih itu ada beberapa jenisnya, yaitu rasional, pragmatis, tradisional, pasif dan apatis.

Berikut, partisipasi tertinggi pemilih pada Pilkada serentak di Sulteng, Banggai Laut (Balut) 85,58 persen, Tolitoli 83,21 persen, Banggai 81,54 persen, Sigi 81,41 persen, Tojo Unauna (Touna) 81,15 persen, Morowali Utara (Morut) 80,10 persen, Poso 78,85 persen, Banggai Kepulauan (Bangkep) 74,58 persen, Parigi Moutong (Parimo) 72,97 persen, Donggala 70,15 persen, dan Kabupaten Buol 68,73 persen.

Komisioner KPU Sulteng lainnya, Halima, mengatakan pembuatan riset tingkat partisipasi pemilih di Pilkada serentak Sulteng tahun 2020 ini penting dalam sebuah proses demokrasi. Secara komplit dan paripurna akan menentukan hasil partisipasi Pemilih.

“Bisa jadi disebabkan penempatan regulasi yang keliru, ” tutur Halima, nenunjuk salah satu yang memengaruhi tingkat partisipasi pemilih. Menurutnya, semua stakeholder sangat menentukan naiknya partisipasi pemilih.

Sementara itu, Sekretaris KPU Sulteng, Moh. Taufik, yang juga hadir dalam seminar dan memberikan pandangannya mengenai riset partisipasi pemilih mengatakan penyusunan riset partisipasi pemilih merupakan sebuah inovasi.

Taufik mengapresiasi tim riset, dan akan menjadi rencana aksi bagi penyelenggara khususnya KPU Sulteng. “Satu-satunya provinsi yang melaksanakan inovasi seperti ini hanyalah provinsi Sulawesi Tengah, “ tegas Taufik.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.