Pantas Traffic Light Tak Menyala, Baterainya Ternyata Dicuri

- Periklanan -

PALU – Untuk kesekian kalinya aset milik negara, yakni baterai traffic light (lampu lalu lintas), kembali kecurian. Akibatnya, arus lalu lintas di sejumlah perempatan jalan terganggu.

Kondisi arus lalu lintas di beberapa traffic light yang tidak berfungsi, Kamis (15/3). Akibatnya, kendaraan baik roda dua maupun roda empat biasanya tersendat di tengah jalan. (Foto: Mugni Supardi)

Kepala Seksi Perawatan Prasarana Dishub Kota Palu, Safruddin mengungkapkan, beberapa traffic light memang tidak berfungsi, disebabkan baterai solar sel (tenaga surya) hilang diambil oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Traffic Light yang menggunakan baterai solar sel itu seperti yang ada di persimpangan Sam Ratulangi-Raden Saleh dan di  Jalan Hasanuddin,” ungkapnya ditemui Kamis (15/3) kemarin.

- Periklanan -

Sehingga, karena baterainya hilang, fungsi dari Traffic Light tersebut pun ikut mengalami gangguan. Sebab, baterai solar sel itu, sebagai pemberi energi yang langsung dihubungkan ke kabel yang ada di traffic light. “Traffic Light yang terjadi gangguan sementara itu tidak menggunakan tenaga energi dari PLN,” sebutnya.

Kemudian, untuk traffic light yang mengalami gangguan juga itu pun merupakan jalan utama, sehingga yang memiliki kewenangan untuk kembali menggantikan baterai yang hilang, bukan sebagai bagian dari kewenangan Dishub Kota Palu. “Tanggung jawabnya ada di pusat, namun tetap selalu kami koordinasi ke pusat, dan Insya Allah dalam waktu dekat baterainya akan dikirim dan di pasang kembali,” kata Safruddin.

Diakui Safruddin, bahwa hilangnya atas baterai solar sel yang sebagai pengganti dari tenaga energi PLN tersebut, sudah terjadi sejak pekan yang lalu. “Sudah ada satu minggu itu kejadian pencurian baterai solar sel (tenaga surya), dan memang juga tempat penyimpanannya pun terlihat bebas tanpa ada dibuat semacam pagar terali besi,” bebernya.

Kedepanya, untuk menjaga atas tidak terulang kembali pengambilan baterai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, diupayakan untuk penyimpanan bisa dibuatkan tempatnya dari terali besi. “Dan kalau bisa juga ada CCTV juga dipasang,” ungkapnya.

Kejadian atas pengambilan baterai ini pun, sangat disayangkan bisa terjadi. Padahal fasilitas ini merupakan fasilitas milik masyarakat kota Palu, yang seharusnya di pelihara dan dijaga, bukan malah sebaliknya. “Mohon agar hal ini tidak akan terulang kembali, kasihan kepada para pengguna akibat adanya kejadian seperti ini,” tutupnya. (cr7)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.