Pansus Penghapusan Utang Terbentuk

- Periklanan -

PALU – Pada sidang paripurna DPRD Sulteng, kemarin berhasil membentuk dua Panitia khusus (Pansus) terkait aspirasi masyarakat yang berkembang dan kinerja pemerintah Provinsi Sulteng dalam mengatasi tahap rehab rekon pasca bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala (Pasigala), Selasa (27/11).

Sidang paripurna berlangsung sejak pukul 10.15 wita dan berakhir pukul 12.50 wita, dipimpin Ketua DPRD Sulteng Prof Aminudin Ponulele, didampingi Wakil Ketua (Waket) I DR Alimudin Paada, Waket II Drs H Akram Kamaruddin, dan Waket III Muharram Nurdin.

Sesaat setelah jedah salat dzuhur, paripurna dilanjutkan dengan interupsi dari Ketua Fraksi NasDem Muh Masykur.

- Periklanan -

“Izin pimpinan. Kami usul terkait kompleksnya masalah pasca bencana Pasigala ini, kiranya kita bisa disetujui bentuk Pansus dengan tugas yang diperluas. Artinya, bukan hanya soal aspirasi pemutihan utang sebagaimana yang berkembang, tapi jauh lebih penting yakni fungsi-fungsi pengawasan kita pada seluruh kinerja pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan pasca bencana ini, ” demikian Masykur, menimpali agenda sidang yang hendak membentuk Panitia Kerja (Panja) Debitur.

Pernyataan Muh Masykur ditambahkan oleh rekannya, Yahdi Basma, yang menyatakan sebaiknya ada pematenan panitia khusus, bukan sekadar panja, yang bakalan diikuti oleh persoalan-persoalan yang lain. “Jika kita hanya bentuk Panja Debitur, maka besok, lusa, aspirasi publik yang masuk soal Huntara, kita bentuk lagi Pansus Huntara. Soal Huntap, Pansus Huntap, Pansus Logistik ? Ini efisiensi. Maka usulan rekan saya Muh Masykur tadi menurut hemat kami perlu disahuti. Agenda rehab-rekon adalah agenda kita bersama. Mustahil pihak eksekutif bisa tangani sendiri tanpa fungsi-fungsi pengawasan oleh kita DPRD. Disinilah momentum bagi kita di ujung masa bakti untuk menunjukkan bakti itu. Usul konkrit, bentuk Pansus Pengawasan Pemulihan dan Pembangunan Kembali Pasca Bencana Pasigala, ” sebut Yahdi mengusulkan nama Pansus ini.

Usai usulan dua anggota ini, anggota lainpun menyatakan pendapatnya, termasuk I Nyoman Slamet, Lucky Semen, Rusli Dg Palabbi, dan Arena Jaya Parampasi.
Pengarah sidang pun, Muharram Nurdin langsung mengusulkan pembentukan dua Pansus tersebut, yang dibagi dalam dua urusan, yakni Pansus pertama mengurusi Pemulihan termasuk utang, dan Pansus kedua menangani Pengawasan bantuan.

“Kita membentuk dua Pansus, satu untuk mengurusi pemulihan, dan kedua untuk menangani pengawasannya. Semua disini kita satu tidak ada lagi perbedaan antara forum pengahapusan utang ataupun forum debitur. Semua satu. Satu perjuangan, yakni untuk pemulihan utang warga Pasigala,” tegas Muharram seraya mengetuk palu secara resmi pembentukan Pansus tersebut.

Namun, hingga usai sidang paripurna kemarin digelar, belum diketahui siapa ketua Pansus satu dan Pansus dua. Pimpinan sidang hanya mengamanatkan dalam arahan sidangnya kemarin, bahwa kedua Pansus itu akan dipimpin oleh masing-masing ketua dan sekretaris Pansus didampingi anggota, dan akan dibuatkan Surat Keputusan. Anggota Pansus terdiri dari perwakilan Fraksi dan perwakilan Komisi.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.