Pansus Covid-19 DPRD Sulteng Gelar RDP dengan Tim Satgas Provinsi

Bahas Renja, Rensi dan Renggar Pengawasan dan Penanggulangan Covid-19

- Periklanan -

PALU-PanitIa Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Sulteng, bersama tim Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), terkait pembahasan Rencana Kerja (Renja), Rencana Aksi (Rensi) dan Rencana Anggaran (Renggar) tentang pengawasan pada penanggulangan Covid-19, yang berlangsung pada Rabu (5/5).

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Sulteng tersebut dipimpin oleh Ketua Pansus Covid-19 DPRD Sulteng, Ir. Sonny Tandra, didampingi Wakil Ketua Pansus Dr. Alimuddin Paada, Sekretaris Pansus Aminullah BK, serta sejumlah anggotanya, dari Satgas Covid 19 Pemprov Sulteng dihadiri Sekretsris Satgas Covid-19, H. Mulyono, dan anggota Satgas Covid masing masing Polda Sulteng, Korem 132 Tadulako, Dinas Kesehatan, Danlanal Palu, BPKAD, Diskominfo, Dinas Dikjar, Inspektorat, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dari BNPB, pimpinan RSUD Undata, RS Madani dan RSUD Anuta Pura Palu.

Usai dibuka Ketua Pansus Covid-19, Sony Tandra, peserta RDP kemudian mendapatkan penjelasan dari Sekretaris Covid-19 Mulyono yang menggambarkan secara runtut penanganan, termasuk angka penyebaran Covid-19 di Sulteng dan langkah-langkah yang diambil jelang lebaran Idul Fitri termasuk mudik yang sudah di depan mata.

Secara garis besar, kata Mulyono, dari segi anggaran sudah terdistribusi pada masing-masing OPD teknis terkait.

Menanggapi penyampaian Sekretaris Satgas, dari anggota Pansus ada sejumlah hal yang mengemuka, dari Aminulla BK yang menyoroti antara lain jumlah petugas yang berjaga-jaga disejumlah perbatasan, jika masing-masing anggota Satgas mengirimkan personelnya, dengan jumla 4 orang saja misalnya, maka itu juga berpotensi menimbulkan kerumunan dan bisa memjadi bahan dari penyebaran Covid-19.

- Periklanan -

Sementara itu Fairus Maskati, Aminulla BK, I Nyoman Slanet, dan Alimuddin Paada, mengungkapkan bahwa yang paling penting adalah RAB harus dimasukan, tidak bisa hanya sekadar meminta anggaran tanpa perencanaan dengan angka-angka yang realistis.

Sementara itu, Ketua Pansus mendengar sejumlah masukan yang berkembang, mengharapkan ada pertemuan kembali untuk mematangkan anggaran karena keluhan soal anggaran hampir semuanya disuarakan oleh anggota Satgas atau tim teknis terkait, walaupun Sekretaris Satgas sudah mengemukakan anggaran untuk itu sudah tercover di masing masing OPD teknis.

Namun demikian kata Sony, ada sejumlah instansi yang masuk dalam anggota Satgas, misal dari Polda, Satpol PP dan Korem 132 Tadulako yang mungkin butuh dukungan anggaran, sepanjang tidak melanggar aturan.

Sementara itu menanggapi anggota Pansus yang menyoroti soal cukup banyaknya tim yang ada di posko-posko, pihak Polda mengungkapkan bahwa banyak karena tim terpadu terdiri dari sejumlah unsur yang Tupoksinya berbeda-beda.

Rapat juga sempat menanyakan kepada BPKAD soal bantuan untuk warga terdampak Covid-19 yang tidak terpakai di Kabupaten Poso dan Banggai, penjelasannya dari Kepala Badan PKAD, Bahran, SE, bahwa bantuan tersebut akan ditarik, tetapi akan berkoodinasi dengan Dinas Sosial karena teknisnya ada disana.

Akhirnya rapat ditutup dengan meminta kepada tim Satgas untuk dapat terus berkoordinasi, misalnya untuk ibadah, salat Idul Fitri atau ibadah di gereja dan di rumah, diminta untuk segera diputuskan seperti apa. Dan usai lebaran akan kembali dige

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.