Panitia Seleksi Penerimaan Calon Polisi Disumpah

- Periklanan -

UCAPKAN SUMPAH : Sejumlah kepala tim seleksi penerimaan daerah calon anggota polri di Polda Sulteng, saat pengambilan sumpah yang berlangsung menggunakan fasilitas video conference. (Foto: Biro SDm Polda Sulteng)

PALU–Seluruh panitia penerimaan anggota kepolisian se Indonesia disumpah secara bersamaan. Para panitia ini disumpah untuk tidak melanggar tugasnya dalam seleksi calon polisi. Tidak terkecuali di Polda Sulawesi Tengah, juga turut serta dalam pengambilan sumpah panitia seleksi calon anggota Polri tahun 2017.

Memanfaatkan fasilitas video conference (vicon) di ruang Rupatama Polda Sulteng, panitia daerah penerimaan calon anggota Polri, turut serta disumpah secara serentak Selasa (21/20) kemarin. Pengambilan sumpah yang berjalan menggunakan fasilitas vicon ini, dipimpin langsung Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Arief Sulistyanto dari Mabes Polri di Jakarta.

Sedangkan perwakilan masing-masing Kepala Tim (Katim) Seleksi yang diambil sumpahnya ada sekitar 7 Perwira Menengah (Pamen) Polda Sulteng, yang turut menjadi panitia daerah seleksi calon anggota Polri. Antara lain, Irwasda Polda Sulteng, Kombes Pol Dwi Setiadi, Karo SDM Kombes Pol Kif Aminanto, Plh Kabid Propam AKBP Amin Litarso, Kabid Dokkes AKBP dr Is Arifin, Kabag Psikologi, AKBP Ulfa, Plh Kabag Dalpers Kompol Oki Ahadian, serta Kabag Watper Kompol Dwi Haryono.

- Periklanan -

Dalam arahannya Asisten Kapolri Bidang SDM, menekankan, bahwa seleksi penerimaan calon anggota Polri harus dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta berkualitas. Dia juga menyampaikan, jika ingin menghasilkan sumber daya manusia Polri yang berkualitas, maka proses rekrutmennya juga harus berkualitas.

“Ini pertama kalinya panitia seleksi penerimaan anggota Polri disumpah. Tanggungjawab bukan kepada saya atau Kapolri, tapi kepada Tuhan,” ujar Arief.

Setidaknya ada tujuh poin yang dibacakan dalam sumpah tersebut. Salah satunya berbunyi “Bahwa saya tidak akan membantu atau menolong kelulusan calon dengan meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apapun”.

Arief meminta panitia untuk mengubah stigma masyarakat mengenai rekrutmen anggota Polri. Selama ini, masyarakat memandang bahwa proses ini banyak didapati praktik transaksional. Sumpah tersebut merupakan penekanan komitmen Polri untuk melakulan sistem rekrutmen yang bersih dan bertanggungjawab.

Terpisah, Plh Kabag Pengendalian Personel (Dalpers) Biro SDM Polda Sulteng, Kompol Oki Ahadian mengungkapkan, bahwa penerimaan calon Tamtama, Bintara maupun Akpol, tahun ini dibuka pendaftarannya secara serentak. Pendaftaran sendiri mulai dibuka 14 Maret 2017 mendatang. “Untuk sementara belum ada perubahan tanggal pembukaan pendaftarannya,” terang Oki.(agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.