Pangdam XIII Merdeka: Rendang Morowali Utara Lebih Enak dari Padang

- Periklanan -

BERSAHABAT : Bupati Morut Aptripel Tumimomor sangat bersahabat ketika menerima kunjungan Pangdam XIII Merdekan Mayjen Ganip Warsito, Senin (13/2). (Foto: Ilham Nusi)

MAYOR Jenderal (Mayjen) TNI Ganip Warsito menyebut Rendang Morowali Utara lebih enak dari Rendang Padang yang sudah terkenal. Hal ini sebagai ungkapan atas manfaat pengaktifan kembali Kodam XIII Merdeka setelah 31 tahun di nonaktifkan.

LAPORAN : Ilham Nusi


HAL itu dikemukakan Pangdam XIII Merdeka saat menghadiri ramah tamah di rumah dinas Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor, Jumat (10/2) malam.

Pangdam menjelaskan, geopolitik serta perkembangan politik, sosial, budaya dan keamanan menuntut dihadirkannya kembali Kodam XIII Merdeka, meliputi wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

“Atas pertimbangan geopolitik luar yang terjadi di negara kita, maka Pemerintah dan TNI menghidupkan kembali beberapa program yang dulu pernah dilikuidasi, salah satunya Kodam XIII Merdeka dengan simbol, slogan, semboyan, lagu dan sebagaianya sama dengan Kodam ini dulu,” ujar Pangdam.

Jika melihat dari geopolitik, lanjut Pangdam, Sulawesi sangat startegis. Sebab di utara ada Filipina yang sampai saat ini masih mengalami permasalahan dalam negeri dan belum juga bisa ditangani. Khususnya terkait Filipina Selatan. Lalu di kanan kiri Sulawesi ada satu alur kepulauan yang merupakan alur laut internasional. Selain itu, potensi alam Sulawesi juga sangat luar biasa.

Untuk mengidupakn kembali Kodam Merdeka, butuh waktu yang panjang. Kajian pengaktifan Kodam ini setelah dinonaktifkan pada 1985 silam, menurut Pangdam, sudah dimulai sejak 2013. Setahun kemudian dilanjutkan dengan pembangunan fisik Markas Kodam di Kelurahan Teling sampai operasionalnya diresmikan 20 Desember 2016 lalu.

Pembentukan ini pun, hanya Markas Komando dan Badan-Badan Pelaksana Kodam XIII Merdeka. Sedangkan satuan di bawahnya merupakan satuan yang dialih-Kodam-kan yang sebelumnya dibawah kendali Kodam VII Wirabuana.

Dengan demikian, dari Korem sampai Babinsa dan satuan-satuan dan bantuan tempur yang ada di wilayah Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Kodam VII Wirabuana beralih komando dan kendali Kodam XII Merdeka.

- Periklanan -

“Jadi menunya (struktur antar Kodam) sama, cuma kopinya yang berbeda. Mudah-mudahan rasanya pun lebih enak, lebih lezat. Seperti rendang Morowali yang saya rasakan ini, ternyata lebih enak dari rendang Padang yang sudah terkenal di seantero dunia,” tandas Pangdam.

Sebelum mengakhiri paparannya, Pangdam menambahkan bahwa kehadiran Kodam Merdeka sesungguhnya untuk melengkapi, saling menguatkan dan bersinergi.

Karena itu, Pangdam berharap dukungan semua pihak, termasuk kepada Pemkab dan Masyarakat Morowali Utara terkait kehadiran Kodam Merdeka yang pertama kali didirikan pada 1957 atau 60 silam itu.

“Yang selama ini sudah terjalin baik dan mudah-mudahan lebih baik lagi. Saya mohon dukungan dari semua pihak. Mudah-mudahan apa yang menjadi tugas kita masing-masing untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara bisa lebih baik,” sebut Jenderal Bintang Dua itu.

Sesaat sebelum penyampaian Pangdam Merdeka, Bupati Aptripel Tumimimor mengemukakan bahwa situasi dan kondisi Morowali Utara sangat aman dan toleran dalam semua agama dan lapisan masyarakat yang ada.

“Kami selalu gotong royong, saling membahu, tolong menolong agar cita-cita kedepan membuat masyarakat lebih maju,” ujar Bupati Aptripel.

Bupati juga menjelaskan luas wilayah yang mencapai 10.018 ribu kilometer persegi dengan jumlah penduduk 117 ribu jiwa. Dari 10 kecamatan, 122 desa dan 3 kelurahan, 64 persen masyarakat daerah otonom baru termuda di Sulawesi Tengah ini adalah petani. Selebihnya sebagai nelayan, pegawai negeri dan perusahaan.

“Mengingat usia daerah ini masih muda, karena itu kita membutuhkan bimbingan dari semua pihak, termasuk Pangdam XII Merdeka. Agar kedepan, kita bisa menjalin hubungan dengan baik dan lebih maju,” tandas Bupati Aptripel.

Dalam kunjungan kerjanya, Pangdam XIII Merdeka didampingi Danrem 132/Tadulako, Dandim 1311 Morowali beserta para petinggi dan prajurit TNI AD.

Selain disuguhi makan malam dan tempat peristirahatan, Pangdam beserta rombongan juga disambut tarian Lumense. Salah satu adat Suku Mori ini memang hanya digelar saat ada amu kehormatan yang masuk ke daerah tersebut.(ham)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.