Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Panen Padi Unggulan Inpari 30 di Tolitoli

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TOLITOLI-Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli, baru saja menggelar panen perdana padi unggul varietas Inpari 30 dan temu lapang hilirisasi teknologi mendukung food estate tahun di 2021 di Desa Bambapun Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Selasa (12/10).

Kegiatan panen perdana dihadiri pula Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tolitoli, Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng, Kepala Karantina Pertanian Kelas II Palu. Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tolitoli.

Selanjutnya, Kepala Balai Pengawasan Mutu dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Sulteng, Kepala BPTPH Sulteng, Kepala BPS Kabupaten Tolitoli, Camat Dondo, Kepala BPP Dondo, Kepala BBI Dondo, POPT Dondo, para penyuluh se Kecamatan Dondo, serta seluruh ketua Gapoktan, pengurus kelompok tani, wanita tani dan para anggota kelompok tani Desa Bambapun Kecamatan Dondo. Kemudian Kepala SMK Negeri 1 Dondo, Kepala Desa (Kades) Bambapun, tokoh masyarakat Desa Bambapun dan sekitarnya.

Kepala BPTP Sulteng, Dr. Abdul Waghab pada kesempatan memberikan sambutannya, mengatakan, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat pandemik Covid-19 yang sudah berlangsung kurang lebih dua tahun ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terus menggalakkan hilirisasi teknologi inovasi pertanian guna menyebarluaskan hasil penelitian Balitbangtan dan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian serta kesejahteraan petani.

“ Di Sulawesi Tengah kegiatan hilirisasi teknologi ini dilaksanakan oleh BPTP Sulawesi Tengah, diwujudkan melalui beberapa kegiatan, dan dilaksanakan di beberapa wilayah. Kabupaten Tolitoli menjadi salah satu wilayah terpilih untuk pelaksanaan kegiatan mendukung food estate ini, “ kata Abdul Wahab.

Dijelaskannya, kegiatan hilirisasi yang menjadi tugas BPTP Sulawesi Tengah, meliputi kegiatan hilirisasi teknologi mendukung Indeks Pertanaman (IP)400. Hilirisasi teknologi mendukung food estate. Hilirisasi teknologi mendukung pekarangan. Bimbingan teknologi (Bimtek) yang ditujukan untuk Penyuluh dan Petani.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa food estate merupakan salah satu program strategis pembangunan pertanian nasional yang menjadi solusi cerdas dalam meningkatkan kedaulatan pangan. Adapun proses pengembangannya melibatkan peran serta kementerian dan lembaga terkait, salah satunya adalah Kementerian Pertanian (Kementan), “ paparnya.

“ Diantara banyak manfaat dari pengembangan food estate, maka tugas kami selaku Unit Pelaksana Teknis Badan Litbang Pertanian dalam food estate adalah menyiapkan ketersediaan inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi dan nilai tambah komoditas pertanian, “ bebernya.

Oleh karena itu, kata Wahab, melalui forum pertemuan ini, dirinya menyampaikan dan selalu mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal ini pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten berserta masyarakat, sehingga kami dapat menjalankan fungsi tugas tersebut.

Sejalan dengan situasi Covid 19 yang membatasi berbagai aktivitas kita, maka kegiatan ini diupayakan agar tetap dapat berlangsung.

“ Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dari semua pihak, terutama kepada pemerintah daerah, baik itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli dan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulawesi Tengah (Sulteng), serta semangat dari para petani dan petugas di lapangan, “ tegasnya.

Kegiatan diharapkan benar-benar dapat menjadi contoh penerapan teknologi bagi para petani dan petugas, tidak hanya untuk wilayah ini tetapi menyebar ke semua wilayah di Sulteng.

Komponen teknologi kegiatan hilirisasi mendukung food estate antara lain menggunakan Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari 30, dan juga penerapan system tanam jajar legowo melalui sistem tanam benih langsung (Tabela) dengan menggunakan Alat Tanam Benih Langsung (Atabela).

Secara ilmiah, kata Wahab, varietas unggul baru Inpari 30 merupakan hasil persilangan padi varietas Ciherang dan IR 64, dengan potensi hasil mencapai 9.6 ton per hektare dan rata-rata hasil 7,2 ton per hektare, umur tanaman 111 hari setelah semai, tinggi tanaman 101 cm, dan memiliki daun bendera tegak yang tentunya dapat meminimalisir serangan burung pada pertanaman padi serta rasa nasi yang pulen sehingga sangat digemari oleh masyarakat.

Keuntungan sistem Tabela antara lain umur panen berlangsung lebih cepat, 10 hingga 15 hari dari system tanam pindah (Tapin), penanaman lebih mudah dan praktis, hemat biaya, hemat tenaga, jumlah anakan tidak produktif menurun, hemat benih serta dapat mengatasi permasalahan kurangnya ketersediaan tenaga kerja.

Namun seiring dengan keuntungannya, terdapat konsekuensi lain dari Tabela yakni lahan memerlukan pengolahan tanah dan pengaturan air yang lebih intensif dibanding sistem tanam pindah. Sehingga dukungan kesiapan sarana prasarana di lapangan sangat diperlukan, seperti alsintan dan irigasi.

“ Kegiatan hilirisasi teknologi mendukung Food Estate di Sulawesi Tengah dilaksanakan pada dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Sigi yang ditempatkan di Desa Sambo Kecamatan Dolo Selatan dan Kabupaten Tolitoli yang ditempatkan di Desa Bambapun Kecamatan Dondo, “jelas Wahab.

Adapun pengembangan padi Inpari 30 di Kelompok Tani Tunas Baru ini seluas kurang lebih 3 hektare, dengan status kelas benih pokok (label ungu) yang berarti masih dapat ditanam sekali lagi. Sehingga hasil panen ini, masih dapat diperuntukkan menjadi benih sebar (label biru). Hasil panen ini, yang akan dijadikan benih seluas 1 hektare.
Untuk itu, mohon izin Bapak Bupati melalui kesempatan ini agar padi varietas Inpari 30 ini, yang merupakan jenis padi unggul Balitbangtan dapat di tanam atau dikembangkan di wilayah Kabupaten Tolitoli, sebagaimana kita telah saksikan bersama bahwa padi ini mampu beradptasi dengan baik di wilayah ini. Tak lupa pula kepada Ibu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah maupun Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Toil-Toli dapat membantu agar benih yang dihasilkan dapat membantu peningkatan produksi dan produktivitas di Sulawesi Tengah dan Kabupaten Toli-Toli.

Kami juga menitipkan kepada rekan-rekan petugas lapangan dapat terus mengawal program Kementerian Pertanian, khususnya aplikasi teknologi-teknologi pertanian di tingkat petani.

Kepada Bapak dan Ibu pengurus dan anggota kelompok tani, peran Bapak Ibu dalam penyediaan pangan sangat besar, Bapak dan Ibu menjadi pahlawan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, oleh karena itu kami menyadari peran tersebut, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian selalu berupaya menciptakan berbagai teknologi yang tepat untuk meningkatkan hasil panen Bapak Ibu, untuk itu teknologi tersebut perlu diterapkan dalam usaha tani Bapak dan Ibu petani.

Diinformasikan juga, bahwa selain dari berbagai inovasi yang kami sebutkan tersebut, Badan Litbang Pertanian pada tahun 2019 juga telah melepas Varietas Unggul padi Inpari IR Nutri Zincyangmerupakan terobosan para pemulia padi untuk menyediakan pangan dengan kandungan gizi tertentu yang kaya kandungan Zinc, yang diperuntukkan guna menekan prevalensi bagi stunting atau kekerdilan pada anak-anak akibat kurangnya konsumsi gizi.

“Fungsi Zinc sangat vital bagi kelangsungan hidup sel-sel tubuh. Demikian pentingnya Varietas Inpari IR Nutri Zincbagi kualitas hidup manusia, sekali lagi kami juga mengharapkan dukungan pemerintah, dan semua pihak, termasuk juga dukungandari lembaga terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Toli-Toli, dalam mengatasi kekurangan gizi Zinc dan meminimalisir stunting di Kabupaten Toli-Toli secara khusus dan Sulawesi Tengah umumnya, “ tandasnya.

Semua hasil yang kita peroleh hari ini mudah-mudahan dapat memberikan kebahagiaan bagi kita semua. Kekurangan yang ada mari kita perbaiki bersama, dan kami membutuhkan masukan dari Bapak Ibu guna penyempurnaan teknologi yang telah kami hasilkan.

Dalam sambutannya, Bupati Tolitoli Amran Yahya menyambut gembira kegiatan panen Kelompok Tani Tunas Baru di Desa Bambapun. Sektor pertanian merupakan satu di antara sektor unggulan dalam proses penyelenggaraan pembangunan daerah Kabupaten Tolitoli.

Dalam memposisikan pertanian sebagai sector andalan dan penggerak utama pembangunan tentu saja diperlukan teknologi yang tepat guna. Inovasi teknologi pertanian merupakan suatu keharusan untuk memacu peningkatan produksi, produktifitas dan kualitas produk pertanian yang berdaya saing.

Diungkapkannya, petani di Kabupaten Tolitoli, harus tetap semangat dalam berusaha tani, walaupun saat ini kondisi Negara terdampak Covid-19. Pemerintah melalui BPTP Sulteng selalu menghasilkan dan mengajarkan inovasi-inovasi dalam bidang pertanian untuk menggenjot peningkatan produksi pertanian, termasuk padi.

“ Kegiatan hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan mendukung food estate bukan berbentuk proyek, tetapi suatu model program keberpihakan kepada masyarakat untuk menjaga ketersediaan pangan dan berkaitan erat dengan pengembangan klaster dan kawasan, pengembangan korporasi petani, integrasi dari hulu sampai hilir secara terpadu dan penerapan pertanian modern. Hal ini sejalan dengan visi misi Kabupaten Tolitoli, yang ingin dicapai, “ kata Bupati.

“ Untuk itu saya mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, dalam hal ini Badan Litbang Pertanian, terutama melalui BPTP Sulawesi Tengah, “ ucapnya.

Petani hendaknya tidak hanya fanatic pada salah satu jenis benih padi saja. Karena ada kemungkinan jenis padi yang selalu kita tanam sudah mengalami pengurangan kualitasnya. Sedangkan jenis benih padi yang baru adalah merupakan hasil pengembangan atau penyempurnaan dari jenis padi yang selama ini kita tanam, salah satunya varietas Inpari 30 yang hari ini kita sama-sama telah melaksanakan panen.

Meski demikian masing-masing benih memiliki karakternya sendiri dan perlu perlakuan yang berbeda pula yang sudah disesuaikan dengan kondisi lapangan (Spesifik lokasi).

“ Untuk itu, saya mengajak kepada petani di Kabupaten Tolitoli khususnya Kelompok Tani Tunas Baru di Desa Bambapun untuk senantiasa mengembangkan ilmu yang telah dimiliki. Meneruskan semua yang telah dilakukan oleh BPTP Sulawesi Tengah bersama dengan penyuluh dan petani. Hal ini penting dalam rangka kita meningkatkan hasil produksi pertanian utamanya tanaman padi. Petani harus terus eksis dan senantiasa mengadakan pertemuan dengan anggota dan pengurus kelompok tani, Ujar Bupati.

Bupati berharap kegiatan panen Kelompok Tani Tunas Baru di Desa Bambapun, dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat petani di Kabupaten Tolitoli terutama untuk peningkatan produksi padi. Sektor pertanian diharapkan menjadi salah satu andalan Kabupaten Tolitoli dalam pendapatan masyarakat daerah.

Bupati juga menganjurkan kepada petani agar senantiasa meningkatkan produksi padi melalui penerapaan teknologi tepat guna melalui bimbingan para Peneliti, Penyuluh, Litkaya dari BPTP Sulawesi Tengah serta Penyuluh di Kecamatan Dondo.

“ Semoga gerakan panen padi ini dapat menjadi penyemangat seluruh petani di Kabupaten Tolitoli, bahwa beserta kesulitan Allah SWT pun selalu menyertakan pula kemudahan, yang penting mau terus berusaha, “ ucapnya.

Sekarang ini, tambah Bupati Amran Yahya, petani sudah sangat responsive terhadap teknologi, karena perkembangan jaman dan era globalisasi dimana teknologi informasi (IT) sudah merambah ke pelosok desa.

“ Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kelompok Tani Tunas Baru yang telah melakukan peningkatan produktivitas padi dalam menuju swasembada yang berkelanjutan, “ kata Bupati.

Dijelaskannya lagi, Kabupaten Tolitoli, memiliki banyak keberagaman dan potensi kekayaan sumber daya hayati yang melimpah, yang dapat dimanfaatkan untuk membangun cadangan pangan pemerintah dan masyarakat.

“ Perlu saya sampaikan, bahwa cadangan pangan harusnya sesuai dengan spesifik lokasi atau wilayah. Hal ini akan mendorong berkembangnya pangan lokal dan perekonomian di satu wilayah pertanian, “ tandasnya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.