Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Palu Nareme, Sekadar Wacana atau Realita?

Oleh : Mohamad Rivani, S.IP., M.M

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

SEBAGAI Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu merupakan barometer segala hal, baik itu yang berhubungan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) ketersediaan infrastruktur, perekonomian dan sebagainya. Olehnya tidak berlebihan jika kita menganggap bahwa Kota Palu adalah wajah utama Provinsi Sulawesi Tengah. Hal ini tergambar jelas dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah tahun 2020 yang menempatkan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palu yang berada pada angka 81,47 yang masuk kategori sangat tinggi dan paling tinggi se Sulawesi Tengah.

IPM itu sendiri dibentuk oleh tiga dimensi dasar yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM juga dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara.Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).

Dengan nilai IPM berkategori sangat tinggi sudah barang tentu masyarakat Kota Palu lebih baik dari daerah lain yang ada di Sulawesi Tengah, khususnya di bidang pendidikan, mengapa demikian? Karena disamping nilai rata-rata lama sekolah Kota Palu yang tertinggi se Sulawesi tengah yang merupakan salah satu dimensi pembentuk IPM, juga karena lengkapnya fasilitas pendidikan dari mulai Sekolah Dasar sampai jenjang perguruan tinggi, dan khusus perguruan tinggi, Universitas Tadulako sebagai pergurusan tinggi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah berdiri megah di Kota ini, yang pada tahun 2021 menurut Webometrics Ranking of World Universities berada di peringkat 52 mengalahkan Universitas Haluleo di Kota Kendari dan Universitas Sam ratulangi di Manado.

Akan tetapi, sangat disayangkan dengan segala kelebihan yang dimiliki Kota Palu, masih terdapat banyak hal yang harus dibenahi seperti tumpukan sampah yang berserakan, jalan aspal yang rusak dan berlubang, hewan ternak yang masih ada berkeliaran di jalan, banjir ketika intensitas hujan meninggi sampai pada masalah penerangan jalan yang masih kurang dan menimbulkan kerawanan.

Nah khusus untuk penerangan jalan, tentu menjadi problem tersendiri bagi warga masyarakat Kota Palu. Masyarakat tentu akan mempertanyakan, mengapa di sebagian tempat masih saja gelap padahal ada lampu jalan, bukankah pernah ada program “Palu Nareme” yang pernah dicetuskan oleh Walikota sebelumnya, apakah program ini kemudian tidak berjalan atau memang ditiadakan karena telah berganti Walikota?

Saya kira harus kembali dipikirkan jalan keluarnya dan segera ditindak lanjuti untuk penggantian lampu penerangan jalan yang telah mati dengan yang baru, ataupun dengan melakukan pemasangan lampu penerangan jalan di titik-titik yang masih gelap dan dianggap rawan sehingga Kota Palu benar-benar Terang dan tidak gelap.Contoh kecil Kita bisa lihat di sepanjang jalan Soekarno Hatta masih banyak yang gelap, begitu juga di kawasan jalur dua Mohamad Yamin, belum lagi di beberapa ruas jalan seperti Jalan Towua, Banteng, Dewi sartika dan lain-lain.

Target Walikota Palu yang ingin menjadikan Kota Palu mendapatkan penghargaan “Adipura” karena kebersihannya harus didukung oleh seluruh masyarakat Kota Palu, dan olehnya dukungan itu hendaknya dibalas oleh Pemerintah Kota Palu dengan perbaikan layanan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendengarkan serta mencari solusi atas permasalahan yang dirasakan oleh warga masyarakat Kota Palu termasuk masalah penerangan jalan yang jika tidak diperbaiki akan menimbulkan kerawanan sosial di masyarakat. Mudah-mudahan Walikota Palu berkenan dan segera membuat Kota Palu menjadi ‘Palu Nareme”, Semoga….

*) Penulis adalah Pegawai BPS Provinsi Sulteng, juga Pemerhati Masalah Sosial dan Ekonomi Sulawesi Tengah.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.