Palu Jadi Salah Satu Kota Peredaran Kosmetik tanpa Izin

- Periklanan -

Operasi penertiban pasar oleh petugas gabungan BPOM Sulteng, Dinas Kesehatan dan Polda Sulteng, Kamis (4/5). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Kota Palu masih jadi sasaran empuk peredaran kosmetik tanpa izin. Petugas gabungan dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulteng, Dinas Kesehatan, dan pihak Polda Sulteng, kembali menemukan kosmetik tanpa izin edar resmi. Temuan itu didapat saat operasi penertiban pasar di beberapa sarana perbelanjaan di Kota Palu Kamis (4/5).

Mulai dari  Pasar Manonda di Kecamatan Palu Barat, Pasar Masomba di Kecamatan Palu Selatan, hingga toko dan mini market di Jalan Teluk Tomini serta Jalan Tadulako, dimasuki tim gabungan BPOM. Dari hasil operasi sejak pagi hingga sore hari, ditemukan puluhan kosmetik ilegal yang masih diperjualbelikan kepada konsumen.

Menurut staf Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Provinsi Sulteng, Drs Passima Apt, saat tim gabungan menyasar sekitaran Pasar Manonda, ada beberapa kosmetik ditemukan tidak memiliki izin edar BPOM. Tanpa menunggu lama, kosmetik-kosmetik itu disita untuk dilakukan pengujian sebelum dilakukan pemusnahan.

- Periklanan -

Sementara dari beberapa toko di sekitaran Pasar Masomba yang didatangi tim gabungan, menurut Passima hasilnya masih sedikit dibanding dengan hasil sitaan di Pasar Manonda. Setelah beranjak dari dua pasar itu, tim menuju salah satu mini market di Jalan Teluk Tomini. Mini market itu merupakan lokasi ketiga yang didatangi. “Di mini market Jalan Teluk Tomini, kami masih temukan kosmetik tak miliki izin edar,” kata Passima kepada Radar Sulteng.

Passima menjelaskan, dalam operasi tersebut bukan hanya fokus pada kosmetik, akan tetapi obat tradisional juga jadi perhatian petugas. Meski demikian, yang justru banyak ditemukan ialah produk kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan.

“Untuk sementara, kosmetik jadi temuan paling dominan. Bila digunakan, kosmetiknya dikhawatirkan berbahaya. Karena memiliki bahan kimia yang cukup rentan menganggu kesehatan pemakainya. Seperti mengandung merkuri,” sebutnya.

Passima mengakui, tempat-tempat yang dikunjungi BPOM dan tim telah menjadi target. Karena sudah dilakukan pemeriksaan terdahulu, ketika itu pernah ditemukan kosmetik yang sama tanpa izin edar. Dia menambahkan, pemilik toko juga diberikan pemahaman tentang aplikasi untuk mengetahui ada atau tidaknya izin edar pada kosmetik, sedangkan kepada konsumen disampaikan agar tetap teliti dalam memilih kosmetik di pasaran.

“Sekarang kita mengontrol kembali, bagaimana kondisinya. masih ada temuan atau tidak. Nanti akan dipanggil juga pemilik kosmetik dan toko atau minimarket untuk dimintai keterangan. Dari daerah mana mereka mendapatkan kosmetik tanpa izin edar tersebut,” ujar Passima mewakili Kepala BPOM Sulteng. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.