Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Palu Bakal Miliki Akademi Olahraga Tenis Meja

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Kota Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), bakal
memiliki sebuah sekolah khusus olahraga yang membina potensi generasi
milenial yang berbakat menjadi atlet pada cabang olahraga (cabor) tenis meja di daerah ini.

“Insya Allah awal tahun depan, sesuai rencana kami, sekolah olahraga yang
kami sebut Akademi Tenis Meja tersebut bakal dibangun di kota Palu,” kata
Ketua Klub Perkumpulan Tenis Meja (PTM) Alitopan, Prof. Dr. Winarko Effendi, MM., MH, kepada Radar Sulteng, di GOR Alitopan Palu, Rabu sore (20/10).

PTM Alitopan adalah salah satu klub tenis meja yang baru berdiri satu tahun lalu, dan kini anggotanya sudah mencapai 103 atlet dengan didominasi kategori lanjut usia lebih dari 70 persennya.

Rencana pembangunan Akademi Tenis Meja tersebut, lanjut Prof. Winarko,
mendapat apresiasi yang baik dari Ketua Pengurus Daerah (Pengda) PTMSI
Kota Palu serta sejumlah pegiat olahraga di ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.

“Beberapa waktu lalu saya bersama beberapa pengurus Alitopan, pemain
pingpong senior sudah silaturahim dengan Ketua Pengda PTMSI Kota Palu, Pak Haji Suaeb, dan mendapat respon yang sangat positif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahkan dua pekan lalu pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui pihak kecamatan Tatanga memberikan dukungan akan rencana pembangunan sarana olahraga tersebut.

“Pak Camat Tatanga (Pak Yusuf, red) juga mendukung rencana tersebut,” tutur Prof Winarko.

Menjawab pertanyaan, Prof. Winarko mengatakan, keberadaan Akademi Tenis
Meja (ATM) tersebut mempunyai beberapa tujuan diantaranya untuk mendidik
pemain tenis meja muda dan berbakat sebagai persiapan Provinsi Sulawesi
Tengah sebagai tuan rumah PON tahun 2028.

“Insya Allah pada tahun 2028 kita akan menjadi tuan rumah PON, maka kami dari PTM Alitopan mendukung program Pak Gubernur Rusdi Mastura, agar Sulteng menjadi yang terbaik di berbagai cabang olahraga saat PON berlangsung, termasuk cabang tenis meja,” ucap guru besar IKIP Budi Utomo Malang itu.

Karena itu, Prof Winarko, berharap terjadi sinergisitas antara masyarakat
pencinta tenis meja, termasuk atlet dan pemerintah kota Palu dan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dalam mewujudkan sekolah tersebut. “Dukungan masyarakat, pemain, pemerintah sangat kami butuhkan. Dan saya yakin bila semua pemangku kepentingan bersinergi, Insya Allah Akademi pingpong akan terwujud,” tutur pria keturunan Jawa yang sudah hidup selama lebih 30 tahun di Kota Palu itu.

Sementara itu, mantan pemain nasional asal Sulawesi Tengah, Antasari,
menyatakan sangat mendukung rencana klub tenis meja Alitopan mempunyai
rencana membangun sekolah akademi tersebut.

“Rencana Akademi tenis meja dibangun di Palu. Itu terobosan yang prestisius. Saya sepenuhnya dukung program tersebut. Dan saya siap membagi ilmu tenis meja kepada calon-calon atlet masa depan,” ujar Antasari yang juga menjadi pelatih klub PTM Bintang Madani Palu.

Ditempat terpisah, salah satu pemain senior tenis meja di Sulteng, Rusdin Yotomaruangi, mengatakan bila ATM berdiri di daerah ini maka program pembinaan atlet muda pingpong akan berjalan dengan baik dan terarah.

“Saya yakin akademi ini akan memberi kontribusi yang besar bagi
prestasi pingpong di wilayah Sulteng pada umumnya,” demikian Rusdin
Yotomaruangi, mantan Hakim Agung Republik Indonesia itu.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.