Palsukan Dokumen Kesehatan Bisa Ketahuan

Aktivitas di Bandara Sis Aljufri Mulai Berjalan 50 Persen

- Periklanan -

PALU – Meski sudah diberikan izin untuk melakukan aktivitas penerbangan, Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Ubaedillah SE MT menegaskan kepada seluruh masyarakat yang akan berpergian menggunakan alat transportasi udara untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan yang ada.

“Mohon semuanya waspada dan care terhadap protokol kesehatan, ini harus selalu diingatkan, baik kepada penumpang maupun kepada petugas,” tuturnya dalam Podcast Show Radar Sulteng, Jumat (11/12) kemarin.

Dia mengungkapkan, aktivitas di bandara kini telah berjalan 50 persen. Untuk itu dia meminta kepada seluruh masyarakat agar patuh kepada protokol kesehatan. Pasalnya pemerintah kini melonggarkan aktivitas penerbangan dengan catatan protokol kesehatan harus dikedepankan. Dengan dibukanya kembali bandara, tentunya membawa kabar baik bagi pedagang yang berjualan disekitar bandara, untuk kondisi perputaran ekonomi disana.

Dia kembali menegaskan, siapapun berhak menegur, ketika melihat penumpang yang tidak menjalankan protkol kesehatan, dan baik yang ditegur diminta untuk tidak tersingung, karena protokol kesehatan yang diterapkan merupakan pencegahan dini penyebaran Covid-19 di lingkungan bandara.

- Periklanan -

“Siapapun wajib menegur, karena masyarakat itu kadang tidak sadar, bahwa jaga jaraknya tidak terpenuhi, makanya siapapun peduli dengan ini dan siapapun yang diingatkan kalau ditegur jagan marah karena ini untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Adapun persyaratan yang dibawa pada saat ingin melakukan penerbangan, kata Ubaedillah wajib melengkapi dokumen kesehatan, yang membuktikan bahwa penumpang tersebut tidak terindikasi penyebaran virus corona. Sementara itu, Ubaedillah kembali menegaskan, kepada penumpang untuk tidak memalsukan dokumen kesehatan, sebab hal tersebut telah melanggar hukum dan dapan dipidana.

“Bagi masyarakat yang sudah jelas reaktif bahkan positif jangan sekali-kali muncul di bandara. Apalagi ada kepentingan buru-buru mau terbang kemudian dia memalsukan dokumen kesehatan. Ini sudah melanggar KUHP, dan kalau ada laporan dari Institusi yang dipalsukan bisa ditindak pidana,” tegas Ubaedillah

Untuk itu demi kelematan bersama, dia mengimbau agar masyarakat tidak menganggap remeh protokol kesehatan yang sudah diterapkan. Jika tidak dilakukan, maka akan berdampak pada aktivitas di bandara, baik itu secara perekonomian maupun dari segi keselamatan petugas yang bekerja dibandara.

“Jadi itulah yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat, covid itu bukan aib tapi ini untuk kepentingan kita semua. Bisa mengancam keselamatan orang lain. Siapapun bisa terbang asalkan dia terbang itu secara kondisi kesehatan layak untuk terbang dan itu harus dibuktikan dengan dokumen kesehatan minimal rappid tes dan jangan sekali-kali memalsukan karena itu pasti ketahuan,” pungkasnya. (win)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.