alexametrics Paket Irigasi Pemkab Buol Diduga Ada Intervensi – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Paket Irigasi Pemkab Buol Diduga Ada Intervensi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Proyek Irigasi desa Winangun Kecamatan Bukal Kabupaten Buol senilai Rp4,1 Miliar syarat kepentingan dan diduga ada intervensi orang kuat. Pasalnya, proses tender yang dimulakan sejak akhir Januari 2021 dan pada 23 Maret 2021 sudah ditentukan pemenangnya tiba-tiba dibatalkan dan muncul tender ulang pada awal Juli 2021.
Dari laman LPSE Kabupaten Buol dapat diakses pemenangnya adalah PT. Vertikal Tiara Manunggal. Perusahaan tersebut merupakan salah satu dari 10 perusahaan yang ikut tender saat itu.
Kepada Radar Sulteng
Kuasa Direktur PT Vertikal Tiara Manunggal Fuad Ikbal mengatakan akan menempuh jalur hukum dan mengadu ke LKPP di Jakarta. Pihaknya menduga syarat kepentingan dan adanya intervensi orang kuat di Buol.
”Saya sudah mobilisasi alat dan bahan. Semua tahap sudah kami lakukan sisa menunggu kontrak. Mulai berita acara pemilihan. SPPBJ (Surat Penunjukkan Penyedia Barang/Jasa) dan surat jaminan bank atau garansi Bank. Sudah lengkap semua,” tegas Fuad dengan nada tinggi.
Bahkan kata Fuad, selaku kuasa Direktur pihaknya juga membuat surat somasi ke pihak penyedia namun belum mendapatkan jawaban. ”Anehnya setelah kami pantau lewat laman LPSE Kabupaten Buol nama paket yang kami menangnya dilelang ulang. Kami juga mendapat informasi PPK dan Pokja sudah diganti semua. Ada apa dengan pemerintahan di Buol. Sepertinya mau buat aturan sendiri,” tegasnya.

Sementara Mustapa Kamal selaku PPK yang juga Kepala Bidang sumber daya air Dinas Pekerjaan umum (PU) Buol, dikonfirmasi Radar Sulteng terkait paket pekerjaan irigasi desa Winangun Kecamatan Bukal dengan nilai 4,1 miliar mengatakan bahwa sesuai mekanisme pengadaan barang dan jasa yang telah tayang di LPSE Pemkab Buol semua dijalankan sesuai aturan. Bahkan katanya dari hasil tahapan lelang tersebut sudah diketahui khalayak nama perusahaan  sebagai pemenangnya.
Yang aneh dan membuat bingung ketika paket tersebut dilakukan tender ulang. Mustafa mengaku pada pelaksanaan tender kedua dirinya tidak mengetahui begitu juga soal pergantian PPK dikatakan tanpa di ketahuinya tiba-tiba proyek miliaran itu, PPK maupun pokja sudah berubah.
“Saya tidak tahu persis penyebabnya paket itu tiba-tiba di tender ulang,“ jawab Mustafa singkat.
Dijelaskannya, selaku PPK saat itu  bahwa paket irigasi  di tender sekira akhir bulan Januari 2021. Dari 10 perusahaan yang ikut tender setelah melalui proses diketahui bahwa PT Vertikal Tiara, sebagai pemenangnya dan pada bulan April kontraktor di minta untuk buka garansi bank,  namun tiba-tiba ada surat bupati Buol lewat inspektorat untuk mereview kegiatan yang tidak diketahuinya dalam bentu apa, sehingga SK kontrak kerja saat itu batal dibuat, namun belakangan sudah terjadi pergantian PPK dan Pokja baru,tanpa di ketahui penyebabnya.
“Saya tidak tahu tiba-tiba sudah bukan saya lagi PPKnya,“ujar Mustafa.
 
Pada pergantian PPK ini dirinya tidak mengetahui dengan jelas alasan kepala dinas untuk mengganti, diperoleh informasi setelah sebulan kemudian yakni pada bulan Mei dan paket yang tadinya sudah ditetapkan pemenangnya tiba-tiba berubah tanpa sepengetahuannya selaku PPK pertama yang sudah menetapkan pemenanngnya. ”Perusahaan yang menang tender ini tidak ada saya batalkan karena saya selaku PPKnya,” tegas Mustafa lagi. (lib/tam)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.