Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ortu Siswa Harap Ada Kebijakan Pembayaran Uang Komite

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Kondisi pandemi Covid – 19 yang belum berakhir yang tentu juga berpengaruh pada keuangan masrayakat, membuat sejumlah orang tua (Ortu) siswa di Kota Palu berharap ada kebijakan dari pihak sekolah dalam hal pembayaran iuran siswa komite sekolah.

Salah seorang ibu rumah tangga yang juga orang tua siswa salah satu SMA negeri di Kota Palu, Agustin mengungkapkan, dia baru saja dikabari anaknya siswa kelas III yang baru saja pergi ke sekolah. Dari pihak sekolah menyampaikan agar siswa yang belum membayar iuran komite sekolah mulai bisa membayarkannya. “Tadi anak saya telepon katanya dari sekolahnya ada penyampaian pembayaran komite sekolah,” katanya.

Menurutnya dia bukan tidak mau membayar komite sekolah anaknya, hanya saja dia meminta ada kebijakan dari pihak sekolah atau melalui Dinas Pendidikan Provinsi yang membawahi SMA dan SMK untuk bisa ada potongan pembayaran setengah misalnya. “Tadi anak saya cek di sekolahnya tunggakan komitenya Rp 900 ribu sekian hampir satu juta. Ada teman sekelasnya sampai menunggak Rp 1 juta lebih. Ini kan kita sedang kena bencana Covid – 19, semua serba susah mungkin bisalah ada kebijakan pembayaran komite ada dispensasi,” harapnya.

Senada dengan itu orang tua siswa lainnya, Roby Djumaidi menuturkan, mestinya pihak sekolah ada kebijakan dalam pembayaran komite sekolah, karena selain selama 2 tahun masih sekolah online dan siswa tidak ada sekolah tatap muka, juga karena kondisi keuangan yang belum stabil di masa pandemi Covid – 19. “Bayangkan kalau dua tahun saat Covid melanda, kemudian siswa harus membayar tunggakan iuran komite selama dua tahun biayanya pasti membengkak. Mana sekarang seperti saya hanya bekerja wirausaha pendapatan tidak menentu,” ungkapnya.

Dia berharap, ada kebijakan dari pihak sekolah dalam hal pembayaran iuran. Tidak harus membayar penuh misalnya selama dua tahun masa pendemi terjadi. Mungkin bisa dibijaksanai bayar setengah saja, karena memang kondisi ekonomi sekarang sedang susah. “Anak saya sudah khawatir jangan nanti saat dia mau ambil ijazah tidak bisa mengambil ijazah karena belum lunas pembayaran iuran komite,” pungkasnya. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.