Orok Bayi Ditemukan di Pantai Kampung Nelayan

- Periklanan -

OROK BAYI : Tim Inafis Reskrim Polres Palu, saat mengevakuasi orok bayi yang ditemukan di Pantai Kampung Nelayan, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Minggu (15/1). (Foto: istimewa)

PALU – Warga dan pengunjung kawasan wisata pantai Kampung Nelayan, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu dibuat geger dengan ditemukannya orok bayi, sekitar pukul 10.00 wita Minggu (15/1).

Data yang diperoleh, orok bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang sedang mandi di pinggir pantai kampung nelayan. Di tengah keasyikan anak-anak mereka mandi di kawasan wisata tersebut, tiba-tiba keenam anak tersebut melihat ada kain putih tergeletak di atas pasir pantai. Karena penasaran, anak-anak itu pun mencoba membukanya. Alhasil, setelah membuka ikatan kain tersebut ternyata isinya adalah orok bayi.

Mendengar teriakan keenam anak itu, warga sekitar langsung berlarian mendekati mereka. Beberapa warga juga ikut panik karena melihat isi kain putih itu adalah orok bayi.

- Periklanan -

“Kami tidak mau ambil risiko, jadi warga di sini langsung menghubungi polisi untuk evakuasi orok bayi itu. Tidak lama setelah orok bayi itu ditemukan, polisi langsung datang dan mengevakuasi orok bayi itu,” ungkap Andri, warga sekitar pantai Talise Jalan Kampung Nelayan, saat ditemui di sekitar TKP Minggu (15/1).

Mendapat informasi dari warga sekitar, tim Inafis Reskrim Polres Palu dan anggota Polsek Palu Timur langsung terjun ke TKP. Sesampainya di sana, tim Inafis langsung melakukan identifikasi terhadap orok bayi tersebut. Sementara anggota Polsek Palu Timur, memintai keterangan saksi-saksi di TKP.

“Orok bayi itu, diperkirakan berumur 4 sampai 5 bulan. Dan jenazahnya sudah dibawa ke RSU Anutapura untuk menjalani pemeriksaan medis,” terang AKP Nasrudin, Kasatreskrim Polres Palu yang dihubungi Radar Sulteng melalui telepon genggamnya kemarin.

Nasrudin menjelaskan, untuk mengungkap orang tua yang tega membuang anaknya yang diduga hasil aborsi tersebut, pihak Polres Palu khususnya Reskrim, akan melakukan pendataan jumlah warga Kelurahan Tondo yang sedang mengandung janin dengan bekerja sama pihak Lurah dan ketua RT setempat.

“Mudah-mudahan, kami bisa segera mengungkap siapa pelaku pembuangan bayi yang tidak berdosa itu. Kami akan berupaya untuk mengungkap pelakunya,” tegas Nasrudin.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.