Orang Tua Diimbau Waspadai Jajanan Anak di Sekolah

- Periklanan -

Ilustrasi (@jabar.pojoksatu.id)

PALU- Jajanan anak sekolah seringkali ditemukan menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya. Kandungan jajanan yang tidak sehat itu seperti formalin, boraks, pewarna tekstil, hingga tingginya bakteri pada makanan.

Jajan sembarangan bisa berdampak buruk bagi anak, bisa menimbulkan penyakit alergi, gatal-gatal, perut kembung, diare, muntah-muntah dan demam, bahkan bisa menimbulkan penyakit lainnya.

- Periklanan -

“Kemudian jika anak mengalami diare yang ditakutkan itu dehidrasi atau kekurangan cairan,” kata Ahli Spesialis Anak sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Universitas Tadulako (Untad),  dr Rahma M.Kes, Sp.A, kepada Radar Sulteng, Minggu (16/7).

Rahma juga mengungkapkan, bahwa jika anak mengalami diare sampai kekurangan cairan mulai dari ringan sampai berat, membuat keseimbangan tubuh terganggu, dan aliran darah tidak memenuhi kebutuhan tubuh sehingga mengakibatkan syok, sesak nafas, dan berujung kematian.

“Jika anak mengalami demam, tipes, dan infeksi pada usus (tipoid, red) bisa menimbulkan penyakit komplikasi, bisa menyerang saluran pencernaan sampai terjadi pendarahan usus sampai bocor, resikonya sangat tinggi,” ungkapnya.

Menurut Rahma, anak usia sekolah yang pada umumnya jajan sembarang. Dan anak lebih suka ngemil itu bisa membuat pengaruh buruk pada pola makan. Seperti anak tersebut bisa malas makan, kurang gizi dan jajanan yang dikonsumsinya bisa lebih cepat membuat kenyang, sehingga berdampak mempengaruhi pertumbuhan dan kembang anak.
“Jadi sebaiknya untuk para orang tua lebih mewaspadai atau memperhatikan jajanan makanan dan minuman pada anak di sekolah maupun di tempat lainnya,” tutupnya. (cr2)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.